RSS

Problem Check-List

BAB I

PENDAHULUAN

 

Daftar cek masalah merupakan salah satu jenis tes instrumentasi pengukuran yang berupa statemen tentang masalah yang umumnya dihadapi oleh individu.

Ada beberapa instrumen daftar cek masalah yang telah dikembangkan antara lain Mooney Problem Check List oleh Rose L. Mooney dan Alat Ungkap Masalah (AUM) seri umum dan seri PTSDL oleh Prayitno dkk. Instrumen ini dikonstruksi berdasarkan studi pendahuluan tentang masalah-masalah yang dihadapi siswa Sekolah Menengah Atas dan Mahasiswa Perguruan Tinggi. Berdasarkan penelitian tersebut aspek masalah yang dihadapi siswa dan mahasiswa diklasifikasikan menjadi sebelas kelompok. Klasifikasi itu bervariasi menurut tingkatan Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi.

Mooney Problem Check List

Problem Check List buatan Rose L. Mooney ini berusaha menemukan problem atau masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh siswa-siswa di sekolah. Masalah-masalah yang dimuat dalam problem check list ini dikelompokkan dalam sebelas aspek masalah yaitu:

  1. Aspek Masalah Kesehatan
  2. Aspek Masalah Keadaan Penghidupan
  3. Aspek Masalah Rekreasi dan Hobbi
  4. Aspek Masalah Muda-mudi
  5. Aspek Masalah Kehidupan Sosial dan Berorganisasi
  6. Aspek Masalah Agama dan Moral
  7. Aspek Masalah Kehidupan Keluarga
  8. Aspek Masalah Masa Depan, Cita-Cita, Pendidikan dan Jabatan
  9. Aspek Masalah Penyesuaian terhadap Sekolah
  10. Aspek Masalah Penyesuaian terhadap Kurikulum Sekolah
  11. Aspek Masalah Hubungan Sosial.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

CARA MENGADMINISTRASIKAN PROBLEM CHECK-LIST

Problem check-list ini dapat dilaksanakan secara kelompok dan dapat pula secara individual. Langkah-langkah pelaksanaan secara kelompok pada dasarnya sama dengan pelaksanaan secara individual.

  1. A.    Pelaksanaan Secara Kelompok

Untuk maksud menemukan masalah yang dihadapi siswa-siswa (survey masalah) dari satu kelas atau sekolah akan sangat efisien jika problem check-list itu dilaksanakan secara kelompok :

Untuk itu harus diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Yang harus dilakukan oleh pelaksana:

a)      Siapkan Problem Check-List dan lembar jawaban sebanyak siswa.

b) Kontrol situasi kelas. Siswa-siswa harus tenang, benda-benda di atas meja yang dapat mengganggu pelaksanaan disimpan dalam laci. Hindarkan suara-suara yang mengganggu yang datangnya dari luar kelas.

c)      Terangkan maksud-maksud pelaksanaan problem check-list itu, agar para siswa menaruh perhatian/kepercayaan dan timbul motivasinya. Mulailah misalnya dengan kata-kata sebagai berikut:

“anak-anak, tim pembimbing disekolah ini selalu berusaha memberi bantuan agar kalian mampu mengatasi masalah-masalah yang kalian hadapi sehingga kalian sukses di sekolah ini. Kami ingin mengetahui masalah-masalah apa yang sedang kalian hadapi. Masalah-masalah yang kalian kemukakan nanti akan kami simpan baik-baik, sehingga kalian tidak perlu khawatir diketahui orang lain. Karena itu kemukakanlah masalah-masalah kalian dengan sejujur-jujurnya agar kami dapat memberi bantuan dengan sebaik-baiknya. Senangkah kalian dibantu keluar dari masalah yang kalian sedang hadapi? … dan seterusnya.

d)     Menyuruh siswa menyiapkan alat-alat tulisnya.

e)      Membagikan blanko jawaban.

f)       Memberi contoh cara mengerjakan dan memberi kesempatan bertanya bagi yang belum mengerti.

g)      Memberi perintah untuk memulai mengerjakannya dan memperingatkan siswa-siswa bekerja dengan tenang, teliti dan jujur, sebab waktunya cukup lama kira-kira 1 jam.

h)      Mengontrol apakah siswa-siswa telah mengerjakan dengan baik dan dengan benar.

i)        Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa.

  1. B.     Pelaksanaan Secara Individual

Selain tujuan-tujuan yang telah dikemukakan di atas, menjadi tujuan pula dari problem check-list ini ialah untuk memulai hubungan konseling. Sebelum wawancara konseling dimulai siswa diminta untuk mengisi problem check-list. Pengisian problem check-list ini dalam situasi sedemikian kadang-kadang sangat menguntungkan validitas masalah yang diperoleh dan proses konseling itu sendiri.

Langkah-langkah pelaksanaannya pada dasarnya sama dengan jika dilaksanakan secara kelompok.

  1. Cara Menganalisa Data Hasil Problem Check List

Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan, tugas konselor berikutnya adalah menganalisa hasilnya. Analisa yang dibuat hendaknya meliputi analisa individual dan klasikal pula.

I.     Analisa Individual

Langkah-langkah dalam menganalisa secara individual (persiswa) ini adalah sebagai berikut :

a)      Menjumlahkan item yang menjadi masalah dari individu pada tiap-tiap aspek masalah.

b)

Nm

¾ X 100 %

N

Mencari persentasinya, dengan cara mencari ratio antara jumlah item yang menjadi masalah dengan jumlah item aspek masalah.

Atau

 

Dimana : nm = jumlah item yang menjadi masalah

N = jumlah item dari aspek masalah

c)     Mencari rangkin masalah, dengan cara mengurutkan % aspek masalah dari yang terbanyak sampai yang tersedikit.

d)    Mentransformasi % masalah tersebut dalam stanel dan predikat nilai A, B, C, D dan E.

Transformasi nilai itu adalah sebagai berikut:

0 %                              = 10     = A (baik)

1 % – 10%                    = 8       = B (cukup baik)

11% – 25%       = 6       = C (cukup)

26% – 49%       = 4       = D (kurang)

50% – 100%     = 2       = E (kurang sekali)

e)      Contoh konkrit

Jika Akhmad mempunyai 5 item masalah kesehatan, sedang jumlah seluruh item aspek masalah kesehatan itu antara 20 maka persentase masalah kesehatan Akhmad adalah :

 

Nm                    5

¾  X 100% =  ¾  X 100%

N                       20

 

 

 

Jadi predikat kesehatan Akhmad adalah C (cukup)

f)       Begitu cara seterusnya untuk aspek-aspek masalah berikutnya.

g)      Tulislah pula masalah yang menurut konselor perlu mendapat perhatian selanjutnya.

h)      Tulislah pada kolom saran-saran/komentar.

  • Aspek-aspek mana yang perlu pendalaman masalahnya. Tunjukkan pula metode apa yang digunakan untuk pendalaman tersebut.
  • Penunjuk pada bagian mana hasil analisa data itu harus diisikan dalam kartu pribadi siswa.
  • Saran rencana bimbingan dan penyuluhan apa yang cocok untuk mengatasi masalah itu.

II.        Analisa Kelompok

Langkah-langkah cara menganalisa masalah kelompok/kelas akan meliputi analisa per aspek masalah.

a)      Analisa per item masalah

  1. Harus diketahui jumlah siswa yang ikut menjawab problem check-list itu.
  2. Menjumlahkan item masalah yang sama yang menjadi masalah seluruh kelompok/kelas.

Nm

¾    X 100 %

P

Mencari % item masalah itu dengan cara mencari ratio antara jumlah item masalah dengan jumlah siswa atau dengan rumus :

 

Dimana: Nm = jumlah item masalah tertentu yang merupakan masalah                                                     dari siswa-siswa

P  = Jumlah siswa

  1. Contoh kongkrit.

 

Nm                     20

¾    X 100% = ¾  X 100% = 66%

P                          30

Item “peraturan sekolah terlalu menekan saya” di check oleh 20 orang siswa dari 30 orang siswa yang mengerjakan problem check-list itu. Maka % masalah itu adalah:

 

 

 

Jadi predikat peraturan sekolah itu adalah E (kurang sekali) atau tingkat penyesuaian para siswa pada peraturan sekolah adalah E (kurang sekali).

  1. Dan seterusnya untuk item-item berikutnya
  2. Dari analisa ini diperoleh item masalah tertentu yang pada umumnya dihadapi oleh siswa-siswa. Caranya adalah dengan merangking 175 item masalah dalam check-list itu.

b)      Analisa per aspek masalah

  1. Harus diketahui jumlah seluruh siswa yang ikut menjawab problem check-list itu.
  2. Harus mengetahui jumlah check (V) pada item-item yang menjadi masalah dari siswa-siswa pada aspek masalah tertentu.
  3. Persentasi masalah dari aspek masalah tersebut adalah : ratio antara item yang di check (V) oleh siswa, dengan jumlah item dari aspek masalah x jumlah peserta.

 

Nmp

¾     X 100%

NxP

Rumus      :

 

 

Dimana : Nmp : Jumlah check (V) pada item-item yang menjadi masalah oleh seluruh siswa

N :  Jumlah item dalam aspek masalah

P  :  Jumlah Peserta

  1. Contoh Kongkrit

 

Nmp                                  60

X 100% =                     X 100% = 15%

N X P                              20 X 20

Jika siswa yang ikut mengerjakan problem check-list itu 20 orang. Dari aspek masalah kesehatan (20 item) ada di check (V) sebanyak 60 item oleh para siswa. Maka % aspek masalah kesehatan dari kelas itu adalah:

 

 

 

Jadi predikat kesehatan kelas itu adalah C (cukup).

  1. Aspek-aspek masalah lainnya dapat diberi predikatnya dengan cara yang sama.
  2. Dari analisa itu diperoleh aspek masalah apa yang paling serius dihadapi oleh kelas itu. Caranya dengan cara merangking % ke 11 aspek masalah yang ada pada problem check-list itu.

Dari analisa kelompok itu diperoleh bahan saran/komentar misalnya:

  • Perlu tidaknya peraturan sekolah ditinjau kembali lagi.
  • Perlu tidaknya diadakan usaha-usaha preventif dalam kesehatan
  • Perlu tidaknya diintensifkan usaha-usaha bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah kesehatan
  1. Cara Melaporkan Hasil Analisa Problem Check List

Setelah analisa data selesai dikerjakan tugas konselor berikutnya adalah mengarsipkan dan kemudian mengkomunikasikan data itu kepada siswa dan personel sekolah yang perlu mendapat komunikasi.

  1. Pengarsipan

Untuk keperluan ini dibutuhkan dua macam format laporan yaitu format laporan untuk tiap siswa dan laporan untuk kelas/sekolah. Kedua-duanya terdiri dari satu lembar kertas, dengan struktur sebagai berikut:

a)      Format laporan untuk siswa

1)      Judul

2)      Kolom nomor induk dan nama siswa

3)      Kolom-kolom tempat pencatatan analisa setiap kali dilakukan problem check-list ( 1 semester 1 X), yang terdiri dari :

  • Kolom-kolom tempat pemindahan nilai tiap aspek masalah
  • Kolom-kolom tempat pencatatan masalah-masalah yang perlu mendapat perhatian khusus

b)      Format laporan untuk klasikal

Strukturnya sama dengan blanko laporan untuk tiap siswa. Yang berbeda hanya pada kolom pengenalnya tidak/bukan terdiri dari nomor induk dan nama siswa, tetapi terdiri dari sekolah/kelas.

Setelah diisi, kumpulan blanko-blanko itu dalam map tersendiri. Jadi harus ada map untuk siswa-siswa kelas VI, kelas IX dan seterusnya, disamping harus ada map untuk kelas VIA, kelas IXB, dan seterusnya.

Disamping itu kita masih mempunyai satu tempat penyimpanan lagi yaitu buku keterangan pribadi siswa. Isikanlah hasil analisa data itu pada kolom-kolom masalah atau kolom-kolom kepribadian siswa lainnya.

  1. c.       Cara Mengkomunikasikannya

Hasil problem check-list itu tidak akan berarti bagi proses pendidikan di sekolah jika tidak dikomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Agar tujuan itu dapat dicapai maka perlu cara-cara tertentu dalam mengkomunikasikannya kepada personil sekolah yang membutuhkan hasil problem check list itu.

  1. Cara mengkomunikasikan:

a)      Secara tertulis (laporan)

b)      Secara lisan : berupa penyuluhan kepada siswa yang bersangkutan dan berupa diskusi kepada sekolah dan para guru.

  1. Personil yang membutuhkan hasil problem check list.

a)      Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah

b)      Para guru/wali kelas

c)      Orang tua siswa

d)     Siswa yang bersangkutan

  1. Kegunaan Data Hasil Problem Check-List

Data hasil problem check-list sangat berguna untuk menyusun program bimbingan dan konseling di sekolah.

Program bimbingan dan konseling yang disusun dengan memperhatikan data problem check-list, akan cenderung: adanya pemrioritas masalah yang harus ditangani, dan umumya lebih baik dari program terdahulu sebab telah mendapat umpan balik dari hasil problem check list itu. Dengan demikian program itu berusaha mencegah, mengembangkan dan mengentaskan masalah-masalah itu sebelum masalah itu menjadi akut/parah.

Program bimbingan dan konseling yang disusun itu dapat bersifat individuil dan dapat pula bersifat klasikal.

  1. Program bimbingan individual
  2. Mendalami masalah siswa (case-study)
  3. Melaksanakan treatment berdasarkan hasil case study tersebut, yang pelaksanaannya dapat berupa: konseling, psikodrama, penempatan : pemindahan jurusan, pemindahan kelas/sekolah, pilihan mata pelajaran, referal dan sebagainya.
    1. Program bimbingan kelompok
    2. Mengintensifkan aktivitas pengumpulan data
    3. Mengintensifkan aktifitas layanan informasidan orantasi
    4. Melaksanakan student case comference
    5. Melaksanakan group konseling, sosiodrama untuk mengatasi masalah kelompok.


 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Problem Check List buatan Rose L. Mooney ini berusaha menemukan problem atau masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh siswa-siswa di sekolah. Masalah-masalah yang dimuat dalam problem check list ini dikelompokkan dalam sebelas aspek masalah yaitu: Aspek Masalah Kesehatan, Aspek Masalah Keadaan Penghidupan, Aspek Masalah Rekreasi dan Hobbi, Aspek Masalah Muda-mudi, Aspek Masalah Kehidupan Sosial dan Berorganisasi, Aspek Masalah Agama dan Moral, Aspek Masalah Kehidupan Keluarga, Aspek Masalah Masa Depan, Cita-Cita, Pendidikan dan Jabatan, Aspek Masalah Penyesuaian terhadap Sekolah, Aspek Masalah Penyesuaian terhadap Kurikulum Sekolah, Aspek Masalah Hubungan Sosial. Problem cek list bisa dilaksanakan dalam bentuk individual dan kelompok yang dalam pelaksanaanya mempunyai istrumen atau pelaksanaan tersendiri.

 

  1. SARAN

Kami sebagai pemateri berharap agar makalah yang kami paparkan dapat membantu dan menambah wawasan teman-teman dalam mengidentifikasi masalah yang di hadapi oleh siswa kelak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: