RSS

Nilai-Nilai Keimanan dan Sosial dalam Kehidupan Pribadi, Keluarga, dan Teman Sebaya Baik Dalam Lingkungan Sekolah Maupun Masyarakat

­­

BAB I

PENDAHULUAN

 

Nilai (Value) adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Sifat dari suatu benda menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok, jadi nilai itu pada hakikatnya adalah sifat dan kuialitas yang melekat pada suatu objeknya.

Menilai berarti menimbang, suatu kegiatan manusia untuk menghubungkan  sesuatu dengan sesuatu yang lain kemudian untuk selanjutnya diambil keputusan. Keputusan itu adalah suatu nilai yang dapat menyatakan berguna atau tidak berguna, baik atau tidak baik, benar atau tidak benar, dan seterusnya. Penilaian tersebut pastilah berhubungan dengan unsur indrawi manusia, sebagai subyek penilaian yaitu unsur jasmani, akal, rasa, karsan dan kepercayaan.

Dengan demikian nilai adalah suatu yang berharga, berguna, memperkaya batin dan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya. Nilai bersumber pada budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan (motivator) dan perilaku manusia. Nilai sebagai suatu system merupakan salah satu wujud kebudayaan disamping sistem sosial karya.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.     Pengertian Nilai Keimanan

 

Semua orang yang bekerja harus mempunyai keimanan bahwa dari pekerjaannya itu akan menghasilkan keuntungan. Jika orang tidak mempunyai keimanan bahwa pekerjaannya akan menghasilkan keuntungan, maka orang tidak akan mengerjakan pekerjaannya. Orang yang akan bertanding yang peluangnya 50%-50% maka mereka harus beriman akan kemenangan, karena jika tidak maka tidak ada pertandingan. Kalau mereka tidak beriman pada keimanan maka tidak ada pertandingan, dan salah satu pihak akan menyerah sebelum bertanding. Maka dengan demikian keimanan itu berada pada semua aspek dan urusan kehidupan.
Iman itu bersifat relatif, bisa benar dan salah. Maka keuntungan akan diperoleh pada iman yang benar, dan kerugian akan diperoleh pada keimanan yang salah. Dalam urusan ukhrawi dan ubudiyah akan mendapatkan jalan yang lurus jika keimanannya benar, sedangkan jika keimanannya salah maka akan menempuh jalan yang sesat.

 

Iman yang bersemayam dalam diri manusia merupakan salah satu nikmat Allah yang paling berharga bagi hidup manusia, setelahnya nikmat hidup. Dan kebanyakan orang sering mengatakan keimanan itu sebagai nikmat Allah tertinggi nilainya.

Ketinggian dari nilai keimanan ini, tentu banyak tantangan untuk mempertahankannya dalam kehidupan manusia. Lebih-lebih saat ini, berbagai serbuan media dan informasi banyak yang dapat melemahkan kekuatan iman seseorang. Artinya derajat dan tingkatan iman setiap orang berbeda-beda. Jelasnya, fluktuasi iman seseorang itu akan terjadi setiap saat.

Iman dan amal perbuatan itu, tidak bisa dipisahkan. Sebab, keimanan menuntut adanya amal dan amal merupakan konsekuensi mutlak dari sebuah keimanan. Sebaliknya, amal menuntut adanya iman, karena amal perbuatan tanpa dilandasi keimanan kepada Allah adalah sia-sia belaka (tidak berguna). Oleh karena itu, besar kecilnya kadar keimanan seseorang akan banyak ditentukan oleh jenis, kualitas dan kontinuitas amal yang dilakukannya.

  1. B.     Pengertian Nilai Sosial

Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Contoh : orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai. Contoh, masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan karena dalam persaingan akan muncul pembaharuan-pembaharuan. Sementara pada masyarakat tradisional lebih cenderung menghindari persaingan karena dalam persaingan akan mengganggu keharmonisan dan tradisi yang turun-temurun.

Drs. Suparto mengemukakan bahwa nilai-nilai sosial memiliki fungsi umum dalam masyarakat. Di antaranya nilai-nilai dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku. Selain itu, nilai sosial juga berfungsi sebagai penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya. Contohnya ketika menghadapi konflik, biasanya keputusan akan diambil berdasarkan pertimbangan nilai sosial yang lebih tinggi. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok masyarakat. Dengan nilai tertentu anggota kelompok akan merasa sebagai satu kesatuan. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat pengawas (kontrol) perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikat tertentu agar orang berprilaku sesuai dengan nilai yang dianutnya.

Pendidikan dalam keluarga memberikan keyakinan agama, nilai budaya yang mencakup nilai moral dan aturan-aturan pergaulan serta pandangan, keterampilan dan sikap hidup yang mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kepada anggota keluarga yang bersangkutan.

Anak yang berdisiplin memiliki keteraturan diri berdasarkan nilai agama, nilai budaya,  aturan-aturan  pergaulan, pandangan hidup, dan sikap hidup yang bermakna bagi dirinya sendiri, masyarakat bangsa dan negara. Artinya, tanggung jawab orang tua adalah mengupayakan agar anak disiplin  diri untuk melaksanakan hubungan dengan Tuhan yang menciptakannya, dirinya sendiri, sesama manusia, dan lingkungan alam dan makhluk hidup lainnya berdasarkan nilai moral.

  • Fungsi umum nilai social, yaitu:
  1. Dapat menyumbangkan seperangkat norma sosial harga sosial (kedudukan seseorang) pada kelompok masyarakatnya.  Nilai sosial memungkinkan pembentukan sistem stratifikasi sosial secara menyeluruh yang ada pada setiap masyarakat. Misalnya kelompok ekonomi kaya (upper class), kelompok ekonomi menengah (middle class) dan kelompok masyarakat kelas rendah (lower class).
  2. Dapat mengarahkan anggota masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku. Hal ini terjadi karena anggota masyarakat selalu dapat melihat cara bertindak dan bertingkah laku yang terbaik, dan ini sangat mempengaruhi dirinya sendiri.
  3. Nilai sosial merupakan penentu akhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosialnya. Nilai sosial menciptakan minat bermasyarakat dan memberi semangat pada manusia untuk mewujudkan sesuatu yang diminta dan diharapkan oleh peranan-peranannya menuju tercapainya sasaran-sasaran tujuan kehidupan dalam masyarakat.
  4. Sebagai  alat solidaritas di kalangan anggota kelompok atau masyarakat. Dengan nilai sosial tertentu anggota kelompok akan merasa sebagai satu kesatuan.
  5. Sebagai alat pengawas atau kontrol perilaku manusia. Nilai sosial dapat mendorong, menuntun, dan kadang-kadang menekan manusia untuk berbuat baik.  Nilai sosial dapat menimbulkan perasaan bersalah yang cukup menyiksa bagi orang-orang yang melanggarnya.

 

  • Karekteristik nilai sosial. Yaitu :

 

  1. Nilai sosial diperoleh melalui proses interaksi, bukan prilaku warisan biologis  yang dibawa sejak lahir. Contohnya: seorang anak bersikap sopan dan santun, karena orang tua mengajarkan etika sejak kecil.
  2. Ditransformasikan atau diwariskan melalui proses belajar yang meliputi sosialisasi, akulturasi dan difusi.
  3. Contohnya: nilai menghargai pendapat orang lain dipelajari anak dari sosialisasinya  dengan   teman- teman sekolah.
  4. Nilai sosial berupa ukuran atau peraturan sosial yang turut memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial, artinya nilai sosial berfungsi sebagai sarana untuk mencapai cita-cita bersama dalam masyarakat.
  5. Setiap masyarakat memiliki nilai-nilai yang berbeda-beda. Contohnya: di negara-negara Barat penggunaan tangan kiri untuk melakukan segala aktivitas adalah sesuatu yang biasa. Sebaliknya di Indonesia, penggunaan tangan kiri dalam aktivitas memberikan sesuatu kepada orang lain bisa dianggap sebagai suatu  perilaku yang tidak sopan.
  6. Masing-masing nilai sosial yang ada dalam masyarakat  memiliki efek atau dampak yang berbeda-beda bagi tindakan tiap warga pada masyarakat yang bersangkutan.
  7. Mempengaruhi kepribadian individu sebagai anggota masyarakat. Contohnya: nilai yang mengutamakan kerjasama akan melahirkan individu yang setia pada orang lain. Adapun nilai yang mengutamakan individual akan membuat individu cenderung egois sehingga individu menjadi apatis terhadap masalah yang dihadapi orang lain atau masalah yang ada dalam masyarakat.

 

  1. 1.     Pergaulan Individu dalam Keluarga

Pada umumnya, keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak dimana masing-masing anggota keluarga tersebut saling mempengaruhi, saling membutuhkan, semua mengembangkan hubungan intensif antaranggota keluarga. Anak membutuhkan pakaian, makanan dan bimbingan dari orang tua dan orang tua membutuhkan rasa kebahagiaan dengan kelahiran anak. Ketika anak tumbuh dewasa maka dibutuhkan tenaga dan pikirannya untuk membantu orang tua, lebih-lebih bila orang tua makin tidak berdaya karena usia yang sudah lanjut. Orang tua mempunyai peranan pertama dan utama bagi anak-anaknya selama anak belum dewasa dan mampu berdiri sendiri. Untuk membawa anak kepada kedewasaan, maka orang tua harus memberi teladan yang baik karena anak suka mengimitasi kepada orang yang lebih tua atau orang tuanya. Dengan lingkungan pergaulan antara orang tua terhadap anak dan anak itu sendiri dengan anggota keluarga yang lain maka sang anak telah dihadapkan pada suatu kehidupan interaktif yang telah membekalinya kemampuan-kemampuan dasar untuk bertahan hidup baik dari segi fisik maupun nonfisiknya.

 

  1. 2.     Pergaulan Individu Dalam Sekolah

 

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, terdiri dari pendidik dan anak didik. Antara mereka telah terjadi hubungan yang berlapis-lapis, baik antara murid dengan guru, murid dengan sesama murid serta murid dengan warga sekolah lainnya. Guru-guru sebagai pendidik, dengan wibawanya dalam pergaulan membawa murid sebagai anak didik ke arah kedewasaan. Memanfaatkan pergaulan sehari-hari dalam pendidikan adalah cara yang paling baik dan efektif dalam pembentukan pribadi dan dengan cara ini pula maka hilanglah jurang pemisah antara guru dan anak didik. Hubungan murid dengan murid juga menunjukkan suasana yang edukatif. Sesama murid saling berkawan, berolahraga bersama dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, saling mengajak dan diajak, saling bercerita, saling mendisiplinkan diri agar tidak menyinggung perasaan teman sepergaulannya. Dalam lingkungan sekolah seorang individu dihadapkan pula pada pola orientasi kehidupan yang lebih luas. Di mana perangkat-perangkat aktivitas tersebut tidak dia temui di dalam keluarga. Secara prinsipiil melihat sekolah sebagai ruang terorganisasi yang di dalamnya terdapat peran-peran yang cukup kompleks maka seluruh siswa telah balajar mengenal orientasi kehidupan menuju pembelajaran dan persiapan untuk menyandang status orang-orang dewasa. Sekolah merupakan miniatur masyarakat yang memiliki peran-peran yang cukup rumit dan menerapkan pola-pola peraturan yang lebih ketat. Tempat di mana proses pengajaran keterampilan dan macam-macam standar pengetahuan akan diserap dan dipahami oleh siswa untuk memainkan peran kehidupannya pada jenjang kedewasaannya.

 

 

 

4 responses to “Nilai-Nilai Keimanan dan Sosial dalam Kehidupan Pribadi, Keluarga, dan Teman Sebaya Baik Dalam Lingkungan Sekolah Maupun Masyarakat

  1. ana ppb 09

    April 15, 2012 at 10:45 am

    terimakasih harummmmmmmmmmm, bahan RPBK ku ini keep semangat

     
  2. ridha

    September 23, 2012 at 10:41 pm

    blog nya dikontraskan dengan tulisan dong mas.. . kagak bisa langung dibaca

     
    • bukunnq

      September 25, 2012 at 10:29 pm

      thanks kririkanx….. nda usah di kutip klw g mw….. simple

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: