RSS

Mengembangkan tanggung jawab(komitmen terhadap tugas dan kewajiban)

BAB I

PENDAHULUAN

Banyak cerita atau bahkan pengalaman secara pribadi dimana kita tidak focus dalam mencapai tujuan, semua kadang-kadang teralihkan dari tujuan yang paling penting dalam hidup kita. Bahkan ada yang mengalami tapi tidak menyadarinya. Salah satu alasan utama kita tidak mencapai tujuan hidup kita adalah kurangnya komitmen. Namun setiap  orang akan mempunyai cara dan pola berpikir yang berbeda tentang bagaimana mereka ingin memecahkan masalah

Anda tentunya seringkali mendengar istilah tanggung jawab, Makna dari istilah “tanggung jawab” adalah “siap menerima kewajiban atau tugas”. Arti tanggung jawab tersebut semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tersebut, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.

Banyak orang mengelak bertanggung jawab, karena memang lebih mudah menggeser tanggung jawabnya, daripada berdiri dengan berani dan menyatakan dengan tegas bahwa, “ini tanggung jawab saya!” Banyak orang yang sangat senang dengan melempar tanggung jawabnya ke pundak orang lain.

Sebagian orang, karena tidak bisa memahami arti dari sebuah tanggung jawab; seringkali dalam kehidupannya sangat menyukai pembelaan diri dengan kata-kata, “itu bukan salahku!” Sudah terlalu banyak orang yang dengan sia-sia, menghabiskan waktunya untuk menghindari tanggung jawab dengan jalan menyalahkan orang lain, daripada mau menerima tanggung jawab, dan dengan gagah berani menghadapi tantangan apapun di depannya

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian Tanggung Jawab dan Komitmen

Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Atau kesadaran manusia akan tingkah laku perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Tanggung jawab adalah ” keadaan wajib menanggung segala sesuatu kalau ada sesuatu hal, boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan dsb. Menanggung segala akibatnya” ( sofiyah ramdhani e.s, tahun 2002 halaman 555 ).

Dari kedua pengertian tersebut, dapat dimaknai bahwa tanggung jawab itu sendiri ialah siap menerima kewajiban atau tugas. Dalam artian disini ketika seseorang diberikan kewajiban atau tugas, seseorang tersebut akan menghadapi suatu pilihan yaitu menerima dan menghadapinya dengan dedikasi atau menunda dan mengabaikan tugas atau kewajiban tersebut.

Sedangakan Komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu.

  1. B.     Jenis- jenis Tanggung Jawab

Manusia itu berjuang untuk memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu

  1. Tanggung jawab terhadap tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab lngsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh tuhan dan juga dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu pengorbanan.

  1. Tanggungjawabterhadapdirisendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.

  1. Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.

  1. Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

  1. Tanggung jawab kepada bangsa / negara

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara

  1. C.    Ciri ciri Orang yang Bertanggung Jawab
    1. Dapat dipercaya dan diandalkan (Reliable)

Firman Tuhan mengatakan bahwa hal Kerajaan Sorga adalah sama seperti seorang tuan yang hendak bepergian dan memberikan kepada hamba-hambanya masing-masing 5, 2, dan 1 talenta menurut kesanggupannya. Setiap kita paling sedikit memiliki 1 karunia yang harus dikembangkan dengan penuh tanggung jawab. Bisa jadi itu merupakan uang, bakat, karir, atau waktu kita yang harus kita pakai dengan bijaksana. Keputusan ada di tangan kita.

  1. Mau berjalan “Extra-Mile”

Orang yang bertanggung jawab adalah mereka melakukan lebih daripada yang diminta. Sebaliknya, hamba yang jahat dan malas, cenderung menyalahkan orang lain atau keadaan. Ia bersikap pesimis dengan “kemandulan”nya untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan. Orang-orang Kristen “Extra Mile” adalah orang-orang yang melakukan hal yang biasa dengan cara luar biasa, dengan demikian mereka mendapatkan kemurahan (favor) di hadapan Tuhan dan manusia.

  1. Selalu memberikan yang terbaik (Excellence)

Seorang yang bertanggung jawab selalu memberikan yang terbaik (excellence)dari apa yang dikerjakannya. Hamba Tuhan bernama Robb Thompson mengatakan bahwa “Bersikap ekselen adalah memperhatikan hal-hal yang mendetil, yang akan melahirkan hasil yang luar biasa dan akan berujung pada kehidupan yang sukses.” Bekerja dengan penuh tanggung jawab berarti kita memperhatikan hal-hal yang kecil yang dapat membuat perbedaan dari hasil yang kita kerjakan.

  1. D.     Hubungan antara Komitmen dan Tanggung Jawab

Komitmen selalu ada di hari-hari kita,di kepala kita, dan kehidupan kita. Banyak dari kita ada dalam bisnis komitmen. Komitmen menjadi pengendali kita. Seperti roda hamster, kita tidak dapat menghentikan stres atau waktu yang meminta kita untuk melakukan kewajiban kita, karena komitmen. Kita bekerja sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan pribadi dan keuangan. Kita bekerja sehingga kita bisa melakukan hal lain yang ingin kita lakukan. Kita bekerja agar mendapat tinjauan yang baik.

Seraya karpet komitmen itu menyelimuti kita, kita mungkin merasa kita “harus” melakukan sesuatu, padahal pada kenyataannya kita mempunyai pilihan, meski pilihan itu memiliki konsekuensi. Kita mungkin tidak bisa membiarkan orang lain kecewa, padahal kenyataannya kita bisa berkata tidak. kita mungkin bahkan percaya bahwa kita bekerja untuk orang lain, padahal kenyataannya kita bekerja untuk diri kita sendiri. Peran tanggung jawab kita sangat besar dalam hal tersebut.

Bertanggung jawab atas diri sendiri adalah berhenti mencari jawaban di luar diri .karena kitalah menjalaninya, dan kesuksesan tersebut tergantung pada seberapa besar komitmen  dan tanggung jawab terhadap tujuan yang ingin capai. Makin besar tanggung jawab pada komitmen suatu tujuan, makin besar peluang kita akan berhasil dan sukses.

 

2 responses to “Mengembangkan tanggung jawab(komitmen terhadap tugas dan kewajiban)

  1. Andi Nia

    October 9, 2012 at 1:00 am

    aduh banyaknya fotonya sampai saya hampir tidak bisa membedakan mana foto dan mana tulisan.

     
    • bukunnq

      October 9, 2012 at 1:36 pm

      hehhehe…hehehhehe yh biasa ttp eksis

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: