RSS

CONTOH KASUS KONFLIK DALAM BERBAGAI MEDIA MASSA (Jenis Konflik, Sebab-sebab, Basis dan Cara Penyelsaian )

 

 

WARTAWAN VS SMA 6 JAKARTA

 

 

 

Bermula pada hari Jumat (16/09). Seperti biasa, SMA 6 dan SMA 70 tawuran. Pada saat kejadian itu berlangsung, kebetulan wartawan Trans 7 meliput kejadian tersebut. Menurut berita anak SMA 6 kurang suka diliputnya aksi tawuran mereka. Akhirnya mereka merampas video rekaman tersebut dan melakukan pengeroyokan kepada wartawan tersebut yang bernama Angga Oktaviardi (news.okezone.com).

Karena hal tersebut, akhirnya keesokan harinya wartawan berkumpul di depan SMA 6 untuk meminta pertanggungjawaban sekolah. Kejadian ini berlangsung pada saat istirahat ke-2. Pada saat pulang sekolah, siswa-siswi tidak dapat langsung keluar karena banyaknya wartawan yang mencoba masuk. Para siswa diamankan dengan mengunci gerbang sekolah.

Perwakilan dari wartawan melakukan pembicaraan dengan SMA 6 di sekolah. Namun, pembicaraan yang berlangsung baik-baik itu, tidak dibarengi dengan tindakan wartawan dan siswa di luar sekolah. Bentrokan terjadi dan polisi mencoba menenangkan dengan mengeluarkan tembakan di udara. Empat wartawan menjadi korban. Mereka adalah Yudistiro, wartawan SINDO; Banar Fil Ardi, wartawan online Kompas.com; Panca Surkani, wartawan Media Indonesia dan Septiawan, wartawan Sinar Harapan.

Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto membantah bahwa pihaknya tak melakukan tindakan dalam menghentikan sejumlah kasus tawuran yang sering terjadi di SMA 6 dan SMA 70 Jakarta. namun, ia membenarkan bahwa pertikaian antarkedua sekolah tersebut memang telah terjadi puluhan tahun. “Akar tawuran sma 6 itu harus kita lihat. Itu kan sudah puluhan tahun. Saya belum tahu, tapi analisis saya apakah pertentangan antara SMA 6 dan SMA 70 diwariskan. Itu yang harus dicari. Itu bukan hanya tugas Polri, tetapi semua pihak,” tuturnya.

Rujukan           : http://www.tempo.co

 http://suaramerdeka.com

http://metro.kompasiana.com

http://jurnal-sdm.blogspot.com

http://id.wikipedia.org

Elearning.gunadarma.ac.id

 

 

 

 

 

KOMENTAR

  1. 1.      JENIS KONFLIK WARTAWAN VS SMAN 6 JAKARTA

Kasus ini terjadi antara pihak wartawan dengan siswa SMAN 6 Jakarta. Konflik ini merupakan konflik antar kelompok dan organisasi dimana siswa SMAN 6 Jakarta merupakan konflik antar kelompok dan wartawan merupakan konflik organisasi.

 

  1. 2.      SEBAB-SEBAB KONFLIK WARTAWAN VS SMAN 6 JAKARTA

Dalam kasus /konflik yang terjadi antara wartawan vs SMAN 6 Jakarta banyak hal yang menjadi penyebab sehingga konflik itu terjadi. Konflik yang terjadi biasanya disebabkan:

  1. Faktor psikologi
  2. Budaya
  3. Sosiologis
  4. Faktor internal: keluarga, ekonomi dan faktor lingkungan

Namun yang paling penting menjadi penyebab tawuran  adalah kejadian ini sering kali terjadi hampir setiap tahun dan menjadi tradisi siswa SMAN 6 Jakarta

  1. 3.      BASIS KONFLIK WARTAWAN VS SMAN 6 JAKARTA

Dalam konflik yang terjadi antara Wartawan Vs SMAN 6 Jakarta ini mempunyai basis konflik yaitu basis KEKUATAN.

 

  1. 4.      CARA PENYELESAIAN

Bila mengkaji dan mencoba memahami kasus dari konflik antara wartawan vs SMAN 6 Jakarta ini cara penyelesaian yang cukup baik dilakukan adalah dengan teknik Integrating (Problem solving) dimana pihak-pihak yang berkepentingan secara bersama-sama mengindentifikasi masalah yang dihadapi, kemudian mencari, mempertimbangkan dan memilih solusi alternatif pemecahan masalah. Teknik ini dilaksanakan oleh pihak wartawan dan perwakilan siswa dan guru.

 

 

 

Konflik Manusia dan Harimau di Bengkulu Meningkat

Kamis, 10 November 2011 | 8:34

 

Harimau Sumatera (Pantheratigris Sumatrae)

[BENGKULU] Konflik manusia dan harimau di Bengkulu dalam beberapa tahun belakangan terus meningkat. Hal ini terjadi karena hutan yang menjadi tempat harimau mencari makan terus dibuka masyarakat sebagai lahan perkebunan kopi, karet dan sawit.

Sekretaris Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Supartono kepada SP, di Bengkulu, Kamis (10/11) mengatakan, selama tahun 2011, konflik manusia dan harimau di Bengkulu terjadi sebanyak delapan kali atau meningkat dua kasus dari tahun 2010.

Konflik tersebut terjadi di empat kabupaten di Bengkulu, yakni Bengkulu Utara, Seluma, Lebong dan Kabupaten Kepahiang. Dari konflik itu, dua orang tewas dimangsa binatang buas tersebut. Sedangkan sisanya enam orang lagi mengalami luka berat.

Dua korban yang meninggal itu adalah Sandi, warga Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma dan Firiani, warga Kabupaten Kepahiang, yang tewas dimakan harimau pada Sabtu (5/11) lalu.

Supartono mengatakan, konflik manusia dan harimau di Bengkulu, semuanya terjadi di kawasan hutan lindung (HL) atau di lahan perkebunan kopi di pertalanangan di daerah itu. Hal ini membuktikan bahwa konflik manusia dan harimau di Bengkulu disebabkan karena hutan lindung, TNKS dan hutan konservasi lainnya, yang menjadi tempat habitat harimua terus berkurang karena ditambah masyarakat untuk dijadikan kebun kopi dan tanaman keras lainnya.

 

 

Akibatnya, ruang gerak binatang ini semakin sempat, sehingga dia kesulitan mendapatkan makanan. “Hal inilah yang menyebabkan harimau di Bengkulu sering mengamuk dan memangsa manusia dan hewan ternak milik masyarakat di daerah itu.

Untuk itu, BKSDA Bengkulu mengimbau kepada masyarakat daerah ini agar menghentikan perambahan hutan lindung, TNKS dan hutan konservasi di daerah ini, sehingga habitat harimau tidak terganggu. Jika hutan lindung, TNKS dan hutan konservasi terus dirambah masyarakat, maka konflik manusia dan harimau di Bengkulu sulit dihentikan. Bahkan, kasus terus meningkat, seperti yang terjadi dalam lima tahun terakhir.

Dari data BKSDA Bengkulu dalam lima tahun terakhir, sebanyak 21 kali terjadi konflik manusia dan harimau di Bengkulu. Dari jumlah kasus itu, tiga manusia tewas, satu harimau ditangkap dan belasan masyarakat luka berat akibat dicakar binatang buas tersebut.

“Harimua yang memakan warga Lubuk Sandi, yang diberima nama Talisa ditangkap petugas BKSDA melalui perangkap. Harimau jenis betina ini setelah dirawat BKSDA Bengkulu langsung dievakuasi hutan di Tambling, Provinsi Lampung,” ujarnya.

Suparto mengatakan, konflik manusia dan harimau di Bengkulu dari segi kualitas kejadian meningkat dibanding beberapa tahun sebelumnya. Jika sebelum hanya manusia sering bertemu harimau sekitar kebun kopi, tapi sekarang harimau kalau ketemu manusia langsung menerkam dan semakin liar.

Terkait harimau yang memangsa warga Kabupaten Kepahiang, Supartono mengatakan, dari hasil survei pihaknya di lokasi kejadian harimau tersebut masih berada di sekitar hutan lindung Desa Bukit Daun. “Kita sudah menurunkan tim ke lapangan bersama organisasi pencinta harimau untuk melakukan upaya penangkapan binatang buas tersebut. Kita khawatir jika tidak ditangkap dikhawatirkan akan memakan manusia lagi,” ujarnya.

BKSDA Bengkulu juga mengimbau warga yang mengungsi ke Desa Air Pesi disarakan dalam waktu dekat dilarang kembali ke kebun, karena dikhawatirkan akan dimangsa harimau yang masih berkeliaran di daerah itu.

Rujukan :  Media Berita Satu Suara Pembaharuan Memihak Kebenaran

KOMENTAR

  1. 1.      JENIS KONFLIK MANUSIA DAN  HARIMAU BENGKULU

Kasus ini terjadi antara harimau dan  manusia di Bengkulu. Konflik ini merupakan konflik perorangan dan kelompok tempat tinggal khususnya masyarakat Bengkulu dimana manusia berkonflik dengan seorang binatang.

 

  1. 2.      SEBAB-SEBAB KONFLIK MANUSIA DAN HARIMAU BENGKULU

Pada kasus atau konflik yang terjadi antara harimau dan Bengkulu  banyak factor yang menyebabkan mengapa harimau bisa berkonflik dengan Manusia warga Bengkulu setelah saya membaca berita/kasus ini ternyata penyebab terjadi konflik adalah karena hutan lindung, TNKS dan hutan konservasi lainnya, yang menjadi tempat habitat harimua terus berkurang karena ditambah masyarakat untuk dijadikan kebun kopi dan tanaman keras lainnya. Akibatnya, ruang gerak binatang ini semakin sempat, sehingga dia kesulitan mendapatkan makanan. “Hal inilah yang menyebabkan harimau di Bengkulu sering mengamuk dan memangsa manusia dan hewan ternak milik masyarakat di daerah itu.

 

  1. 3.      BASIS KONFLIK  MANUSIA DAN HARIMAU BENGKULU

Dalam konflik yang terjadi antara manusia dan harimau Bengkulu  mempunyai basis konflik yaitu basis  KEPENTINGAN.

 

  1. 4.      CARA PENYELESAIAN

Bila mengkaji dan mencoba memahami kasus/konflik yang terjadi antara manusia dan harimau Bengkulu cara penyelesaian yang cukup baik adalah dengan menggunakan teknik Dominating (Forcing) dimana teknik ini menggunakan legalitas formal dalam menyelesaikan masalah dimana perlu legalitas tanah tempat tinggal harimau dan tujuan manusia menjadikan kebun kopi dan tanaman keras lainnya.

 

 

Konflik Carrefour, Nasib Tenaga Kerja Belum Jelas Oleh helma

PALEMBANG – Terlepas dari konflik yang dialami PT Carrefour Indonesia (Carrefour PS) dengan pemilik gedung PT BJLS, Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Palembang (Disnaker) Pemkot Palembang, tetap mengharapkan kedua pihak harus memikirkan kejelasan nasib 640 tenaga kerja Carrefour.
Kadisnaker Pemkot Palembang, Aidin, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Perselisihan Hubungan Industrial, Herman Yunani, mengungkapkan bahwa nasib tenaga kerja yang ada di Carrefour PS harus ada jaminan dari perusahaan. “Disnaker berharap hubungan keduanya tetap berjalan dan perusahaan bisa menjamin semua hak karyawan. Tapi itu semua tergantung dari musyawarah perusahaan,” ungkapnya.
Karena hingga saat ini, sambungnya, pihak Disnaker Palembang belum mendapatkan informasi soal kejelasan dari nasib tenaga kerja di Carrefour PS tersebut. Karena belum ada pernyataan dari Top manajer PT Carrefour Indonesia yang datang langsung ke Palembang. Kalaupun pada akhirnya nanti harus selesai dengan hasil yang buruk, perusahaan menyelesaikan hak-hak karyawan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku pada UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenaga Kerjaan. ” Seperti pesangon dan hak-hak pekerja lainnya. Disnaker sendiri tidak mencampuri konflik mereka, yang kami tengahi ini soal tenaga kerja,” sambungnya.

Ketika tim dari Disnaker Palembang memantau aktivitas di Carrefour PS siang ini, semua masih berjalan normal. Seluruh karyawan masih menjalankan aktivitas kerjanya seperti biasa. Bahkan rencana akan ada demonstrasi moril yang dilakukan karyawan Carrefour PS ke kantor Pemprov Sumsel dan kantor DPRD TK I Sumsel mendadak batal.

Coorporate Affair Director Carrefour, Irawan D Kadarman, juga belum bisa memberikan kepastian terhadap 640 tenaga kerja digerai Carrefour PS. “Yang pasti karyawan akan kami jaga, karena itu aset kami. Kami juga tidak ingin berspekulasi. Bahkan sudah menghadap Walikota Palembang dan tanggapan Pak Wali sebaiknya ada titik temu antara pemiliki gedung dan pihak Carrefour,” imbuhnya.
Irawan sedikit menggambarkan kondisi Carrefour PS ini sama seperti di Jakarta Utara. Pada 30 April dan 24 Juli 2009 terjadi aksi demonstrasi yang menyuarakan agar masyarakat tidak berbelanja di Carrefour PS.
“Ini merupakan lanjutan dari apa yang kami alami di Jakarta Utara Mega Mall, Pluit, yang pada tahun 2007 juga ada perubahan pemilik saham, disana pada 27 Mei listrik dipadamkan  akhir Juli 300 masa mengosongkan, tapi di Jakarta ini sebagian Tenaga Kerja dapat diserap kesebagian gerai lain,” pungkasnya.

nara sumber : (Muhammad Uzair/Koran SI/mbs)

 

KOMENTAR

  1. 1.      JENIS KONFLIK CARREFOUR, NASIB TENAGA KERJABELUM JELAS OLEH HELMI

Kasus ini terjadi antara pihak Carrefour dan tenaga kerja Carrefour. Konflik ini merupkan konflik perorangan dan kelompok dimana pihak Carrefour merupakan konflik antar kelompok dan tnaga kerja merupakan konflik antar perorangan.

 

  1. 2.      SEBAB-SEBAB KONFLIK CARREFOUR, NASIB TENAGA KERJABELUM JELAS OLEH HELMI

Konflik yang terjadi antara pihak Carrefour dan tenaga kerja ini disebabkan karena pihak carrefuur tidak membayar upah/gaji dari tenaga kerja Carrefour dan tidak tahu bagaimana nasib karyawan Carrefour.

 

  1. 3.      BASIS-BASIS KONFLIK  CARREFOUR, NASIB TENAGA KERJABELUM JELAS OLEH HELMI

Dalam konflik ini hal yang menjadi basis konfliknya adalah  BASIS KEBENARAN

  1. 4.      CARA PENYELESAIAN

Bila mengkaji dan memahami konflik ini cara penyelesaian yang cukup baik untuk digunakan adalah dengan teknik Integrating (Problem solving) dimana pihak-pihak yang berkepentingan secara bersama-sama mengindentifikasi masalah yang dihadapi, kemudian mencari, mempertimbangkan dan memilih solusi alternatif pemecahan masalah.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kasus Sedot Pulsa; Konflik Air Mata & Mata Air
Oleh : Lianto

 

Kasus hukum mirip Prita Mulyasari kembali terulang. Kali ini melanda Mohammad Feri Kuntoro (36), warga Matraman, yang nekad melaporkan provider berbagai content untuk telepon seluler ke Polda Metro Jaya. Feri adalah satu diantara jutaan pemakai telepon seluler yang merasa tercurangi oleh sebagian content provider (CP) yang bekerja sama dengan operator dengan modus penyedotan pulsa. Tindakan Feri selaku korban mendapat serangan balik dari Colibri Networks selaku CP. Feri diadukan telah melakukan tindak pidana pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik, pasal 311 KUHP tentang fitnah, dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. Tampaknya, tidak lama lagi, pertarungan antara pencucur air mata (rakyat kecil) dan penimba mata air (kaum terpelajar, berduit, namun tak beretika) akan kembali terulang.

Akankah nasib buruk Prita yang divonis bersalah pada tingkat kasasi kembali menimpa Feri? Nasib Feri sangat tergantung pada sejauh mana rasa dan nilai keadilan dan kebenaran dalam diri para penegak hukum di negeri kita. Setiap manusia sejauh dia manusia pasti memiliki nilai dan rasa itu. Masalah apakah dia menjadi perhatian utama bergantung pada hierarki nilai dan kepentingan yang dianutnya. Menilik berita-berita tentang masalah penyedotan pulsa, tampaknya pihak CP berambisi untuk memberangus semua hambatan yang dapat mengancam kelangsungan bisnisnya. Menurut kuasa hukum CP terkait, pihaknya tidak akan melakukan upaya komunikasi untuk menjelaskan duduk permasalahan. “Tidak ada kata damai, masyarakat harus belajar dari kasus ini,” tegas kuasa hukum PT CN. Setidaknya dapat dikemukakan tiga kemungkinan latar belakang di balik “garang”-nya para pelaku usaha menuntut balik pelaporan dari pelanggan. Pertama, kemungkinan telah tertemukan “pasal-pasal karet” yang multitafsir dalam regulasi terkait yang dapat dimanfaatkan untuk menyetir jalannya perkara. Kedua, putusan bersalah yang dikeluarkan Mahkamah Agung kepada Prita Mulyasari diharapkan dapat menjadi yurisprudensi untuk menindak dan menghukum para konsumen rewel yang dianggap mencemarkan nama baik. Ketiga, the last but not least, jika Feri tidak digebuk, maka ancaman bagi keberlangsungan bisnis bernilai triliunan rupiah itu semakin besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 5.     

 

 

Rumusan hukum positif negara mana pun punya keterbatasan. Pada waktu menyusun rumusan hukum, bisa terjadi si perumus belum memiliki gambaran serba lengkap tentang kondisi-kondisi yang berhubungan dengan hukum itu. Ditemukan ketidaksempurnaan dan celah di sana-sini yang memungkinkan ketidaksempurnaan penerapan kebenaran dan keadilan di masa depan. Dalam konteks ini, epikeia dibutuhkan untuk mengoreksi hukum positif yang belum lengkap dan atau multitafsir, yang oleh banyak pihak dinilai sebagai “pasal karet”.

Kata Yunani “epikeia” dapat didefinisikan sebagai tafsiran atas hukum bukan melulu berdasarkan apa yang tertulis, melainkan maksud dan semangat si perumus yang tersirat di dalam hukum itu. Epikeia dapat menjembatani jurang waktu penerapan hukum pada saat tertentu dengan saat hukum dirumuskan, ketika terdapat banyak kasus dan kondisi yang belum terpikirkan oleh si perumus. Seringkali wawasan si perumus hukum (pada saat tertentu) terlalu sempit dan atau kurang lengkap melihat sejumlah kemungkinan atau kekecualian. Keterbatasan bahasa juga acapkali menghambat keleluasaan untuk menerjemahkan maksud dan hakikat isi pikiran ke dalam bahasa formal. Penerapan epikeia dalam upaya menggapai keadilan di balik rumusan hukum menyaratkan ketulusan hati dari para praktisi hukum untuk mencari kebenaran. Tafsiran tersirat tidak bisa kontradiktif dengan yang tersurat.

Epikeia tidak dimaksudkan untuk mereduksi peranan suatu hukum, kendati di dalam praksisnya tampak seolah demikian demi mencapai kebaikan yang lebih besar. Kebaikan yang lebih besar bisa berbentuk rasa keadilan, kepentingan, atau pun kesejahteraan orang yang lebih banyak. Dalam konteks titik berat kesejahteraan umum, Thomas Aquinas bahkan memandang epikeia sebagai “virtue”. Dalam mengisi lubang ketidaksempurnaan hukum, epikeia bukanlah upaya pelarian diri dari hukum, melainkan tanggapan  dan akomodasi atas dan untuk hukum yang lebih agung, yakni keadilan.  Sebenarnya, gagasan epikeia tidaklah baru dalam produk hukum Indonesia. Gagasan ini terdapat dalam acuan yang ada pada KUHAP pasal 183 yang berbunyi, “Hakim dalam memutuskan perkara didukung minimal dua alat bukti dan keyakinan hakim.” Jika penegak hukum mau menggarisbawahi “keyakinan hakim”, kontribusi epikeia dalam mengisi kekosongan rumusan hukum akan semakin nyata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Demi kebaikan yang lebih besar untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas, semua orang yang peduli dengan keadilan sepatutnya turut dalam partisipasi publik untuk menciptakan people power. Kasus yang menimpa Feri, rakyat kecil korban penyedotan pulsa, harus dikawal oleh rakyat sendiri. People power sebagai buah bela-rasa terhadap keadilan harus ditampilkan. Kekuatan itu tidak bermaksud untuk mengintervensi supremasi hukum, melainkan justru menjadi pengawal agar para penegak hukum memprioritaskan fitrahnya sendiri, yakni keadilan dan kebenaran.

Tia merupakan reaksi (bukan aksi) atas ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia. Rakyat memang belum sepenuhnya melek hukum, tapi mereka tidak mati rasa terhadap keadilan. Lebih gampang dipikirkan adanya segelintir penegak hukum korup yang tidak mendapat kepercayaan rakyat daripada kemungkinan adanya massa besar yang sekongkol membela ketidakbenaran.

Para penegak hukum, pihak-pihak yang bersekutu melawan rasa keadilan, dan segenap khalayak ramai, marilah merenungkan kata-kata sarat makna dari Pramoedya Ananta Toer ini: “Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung , kecuali orang gila dan orang yang memang berjiwa kriminal, biar pun dia sarjana.” **
Rujukan : * Penulis, Dosen STIE Widya Dharma Pontianak

 

 

 

KOMENTAR

  1. 1.      JENIS KONFLIK

Setelah saya membaca kasus/Konflik ini ternyata konflik ini terjadi  antara  pihak  content Provider (CP) dengan salah satu pemakai telepon seluler yaitu Mohammad Feri Kuntoro dimana  jenis konflik ini adalah pihak content provider sebagai jenis konflik kelompok dan Mohammad feri kuntoro jenis konflik perorangan.

 

  1. 2.      SEBAB- SEBAB KONFLIK

Dalam konflik ini  yang menjadi penyebab sehingga terjadi konflik adalah pihak dari feri merasa tercurangi terhadap sebagian content provider  dengan bekerja sama dengan modus penyedotan pulsa. Hal ini mirip dengan kasus prita mulyasari dimana kaum berpunya berkonflik dengan kaum yang tidak berpunya.

 

  1. 3.      BASIS-BASIS KONFLIK

Dalam konflik ini yang menjadi basisi konfliknya adalah basis KEPENTINGAN dan KEBENARAN dimana pihak Feri merasa dicurangi terhadap penyedotan pulsa oleh Sebagian Content Provider.

 

  1. 4.      CARA PENYELESAIAN

Bila kita mengkaji dan memahami kasus ini ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyelsaikan masalah salah satu yang cukup baik di gunakan adalah Negosiasi  dan Menggunakan Teknik Integrating (Problem solving) dimana pihak-pihak yang berkepentingan secara bersama-sama mengindentifikasi masalah yang dihadapi, kemudian mencari, mempertimbangkan dan memilih solusi alternatif pemecahan masalah.

 

 

 

 

 

 

Tugas Kelompok

M.K Pendekatan Penyelesaian Konflik

Dosen : Dr. Sulaiman Samad

 

CONTOH KASUS KONFLIK DALAM BERBAGAI MEDIA MASSA

(Jenis Konflik, Sebab-sebab, Basis dan Cara Penyelsaian )

 

 

AKHMAD HARUM

094404022

A

 

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2010/2011

 


 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: