RSS

ANALISIS RAPOR

Laporan Hasil Belajar

Evaluasi hasil belajar anak dilakukan dalam 2 sesi dalam setiap semester. Untuk sesi 1 (evaluasi tengah semester), laporan disampaikan lewat my conference dan portofolio. Untuk sesi 2 (evaluasi akhir semester), laporan disampaikan melalui raport tertulis: raport angka dan deskriptif.

Evaluasi Tengah Semester

My Conference adalah salah satu media evaluasi kemampuan siswa secara langsung dari siswa pada orang tua. Kegiatan ini berlangsung satu kali dalam semester, yaitu di tengah semester.

Berikut tahap kegiatan My Conference:

· Perkenalan orang tua dan guru

· Menyimak presentasi siswa

· Memberikan penilaian untuk presentasi siswa

· Tanya Jawab

· Tour kelas

· Membahas hasil kerja anak seperti LKS dan Portofolio

Evaluasi Akhir Semester

Pada akhir tahun ajaran, hasil evaluasi belajar anak akan disampaikan lewat 2 raport: raport angka (raport Diknas) dan raport deskriptif (raport yayasan).

Rapor angka memberikan gambaran secara umum tentang tingkat kemampuan dan perkembangan belajar siswa pada semua bidang studi dalam bentuk nilai angka.

Rapor deskriptif memberikan penjelasan tingkat kemampuan dan perkembangan belajar siswa dengan lebih rinci dalam bentuk penjelasan. Keistimewaan rapor ini adalah penilaian yang mencakup setiap indikator bidang studi, aspek penilaian yang menggambarkan proses belajar siswa: penilaian pencapaian kompetensi (achievement) dan usaha (effort), dan dilengkapi dengan komentar yang memberikan informasi lebih mengenai perkembangan siswa.

Sekolah tidak menganut sistem ranking karena kami percaya bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Parents-Teacher Interview (PTI)

PTI berlangsung bersamaan dengan pembagian raport. Orang tua berkesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan guru mengenai kelebihan dan kekurangan anak. Sehingga sangat diharapkan terjadi lonjakan perubahan yang lebih baik terjadi padi diri siswa.

Petunjuk Pengisian Rapor

3:29 AM  Blackersz

Petunjuk Pengisian Rapor | Cara Pengisian Rapor | Rapor merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara sekolah dengan orangtua peserta didik maupun dengan pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar anak pada kurun waktu tertentu. Karena itu, rapor harus komunikatif, informatif, dan  komprehensif (menyeluruh) memberikan gambaran tentang hasil belajar peserta didik.

Kurikulum berbasis kompetensi dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Setiap mata pelajaran memiliki dimensi yang berbeda satu dengan lainnya, sehingga orientasi pembelajaran dan penilaian adalah penguasaan kompetensi sesuai dengan dimensi masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian nilai pada rapor bukan nilai tunggal tetapi dikelompokkan menurut dimensi masing-masing mata pelajaran.

Setiap mata pelajaran memberikan informasi secara kuantitatif maupun deskriptif tentang perkembangan belajar peserta didik, sehingga dapat diketahui lebih jelas kelebihan maupun kekurangan peserta didik. Untuk memudahkan pengisian, maka aspek-aspek penilaian pada rapor diusahakan sama dengan aspek-aspek yang tertuang dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajarannya.

Informasi tentang hasil belajar dalam rapor diperoleh dari Rekap nilai yang dirangkum guru selama proses pembelajaran berlangsung. Format maupun cara pengisiannya dapat dilihat dalam Model Penilaian Kelas. Secara umum pengisian rapor adalah sebagai berikut :

.    1. Sekolah dapat menetapkan sendiri kelengkapan dari model rapor ini, misalnya identitas peserta didik dan sekolahnya.

2.    Kotak pertama, berisi no, nama mata pelajaran, aspek penilaian, nilai (angka dan huruf) serta

catatan guru.

a. Nomer merupakan nomer mata pelajaran sesuai dalam struktur kurikulum yang digunakan.
b. Mata Pelajaran merupakan nama mata pelajaran sesuai dalam struktur kurikulum yang digunakan
c. Aspek Penilaian merupakan aspek-aspek pada masing-masing mata pelajaran yang ingin dikomunikasikan.
d. Nilai merupakan nilai rata-rata dari masing-masing aspek penilaian. Kolom nilai angka diisi dengan angka dalam skala 10 (misal 8,40). Nilai tersebut ditulis dalam huruf pada kolom nilai huruf, misalnya: delapan koma empat puluh.

e. Catatan guru merupakan deskripsi pencapaian kompetensi siswa termasuk sikap yang berhubungan dengan mata pelajaran. Indikator yang belum tuntas sampai akhir semester dapat dicatat pada kolom ini.

Misalnya (Bahasa Indonesia) intonasi dan pengucapan sangat bagus, kosa kata kurang sehingga mengalami kesulitan dalam berpidato, kurang berani berlatih berpidato.
3.  Kotak ke dua: Pengembangan diri- Merupakan rangkuman catatan guru:

a. bimbingan dan Konseling yang berkaitan dengan perilaku umum peserta didik yang menonjol positif maupun negatif. Misal kedisiplinan, keaktifan mengikuti kegiatan sekolah, dan tanggung jawab.
b. pembina extrakurikuler tentang peserta didik yang berkaitan dengan pengembangan potensi diri yang dilakukan di luar jam belajar efektif (ekstrakurikuler). Misal,  pengembangan diri dalam bidang olahraga, seni dan budaya, sains, pramuka.

– Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a.Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.
b.Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.
c.Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik.

– Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif

– Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: