RSS

RAMBU-RAMBU BK DI SEKOLAH

26 Jul

  Akhmad Harum Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan,Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2009 Universitas Negeri Makassar

.PENGANTAR

Secara yuridis keberadaan konselor dalam sistem  pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi  pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong  belajar, tutor, widyaiswara, fasilitator dan instruktur  (UU No.
20/2003, pasal 1 ayat 6). Namun pengakuan secara eksplisit
dan kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu
dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap
tenaga pendidik, termasuk konselor,  memiliki konteks tugas,
ekspektasi kinerja, dan setting pelayanan spesifik yang satu
sama lain mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab
itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru
bimbingan dan konseling (yang di dalam naskah ini disebut
konselor) mendapatkan penegasan  kembali dengan maksud
untuk meluruskan kembali konsep dan praktik bimbingan dan
konseling ke arah yang tepat.
Jika di dalam Permendiknas No. 23/2006 dirumuskan
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dicapai peserta
didik melalui proses pembelajaran bidang studi, maka
kompetensi peserta didik  yang harus dikembangkan melalui
pelayanan bimbingan dan konseling adalah  kompetensi
kemandirian untuk mewujudkan diri  (self actualization) dan
pengembangan kapasitasnya  (capacity development) yang
dapat mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Sebaliknya,
kesuksesan peserta didik dalam mencapai SKL akan secara
signifikan menunjang terwujudnya pengembangan kemandirian.
Dalam hal ini kerjasama antara konselor dengan guru
merupakan suatu keharusan.
iAsosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)
sebagai organisasi profesi  berupaya melakukan penataan dan
pengembangan profesi serta pelayanan bimbingan dan
konseling dalam jalur pendidikan formal secara sistematis dan
berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan, standar dan
ekspektasi kinerja yang diharapkan  oleh  masyarakat dan
pemerintah. Rambu-rambu Penyelenggaraan Pelayanan
Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal ini
merupakan salah satu hasil kerja sama antara Direktorat
Jenderal  PMPTK dengan ABKIN di dalam upaya penataan dan
pengembangan profesi serta pelayanan bimbingan dan
konseling.
Rambu-rambu ini dikembangkan  dengan tujuan untuk:
1. memberikan kerangka pikir dan kerangka  kerja utuh
tentang penyelenggaraan pelayanan  bimbingan dan
konseling dalam jalur pendidikan formal,
ii
2. menyediakan acuan dasar bagi penyusunan  rambu-rambu
khusus penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan
konseling di Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI),
Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah
(SMP/MTs.), Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah
(SMA/MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),
termasuk rambu-rambu bimbingan dan konseling bagi anak
berkebutuhan khusus dan berbakat.
Sebagai rambu-rambu dasar/umum, di dalam naskah ini
hanya memuat hal-hal fundamental, sedangkan hal-hal yang
lebih operasional akan dijabarkan di dalam berbagai rambu-
rambu khusus penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan
konseling di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI),
Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs.), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
(SMA/MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam
waktu yang tidak lama lagi, rambu-rambu khusus diharapkan
dapat segera tersusun.

iii
ivDAFTAR ISI
Hal
PENGANTAR ……………………………………………………….. i
DAFTAR ISI  …………………………………………………………  v
BAB I   PENDAHULUAN ……………………………………….. 1
A  Penegasan Konteks Tugas Konselor  1
B.  Ekspektasi Kinerja Konselor dikaitkan
dengan Jenjang Pendidikan …………………..
4
C.  Keunikan Keterkaitan Tugas Guru dan
Konselor ……………………………………………….
7
BAB II PARADIGMA BIMBINGAN DAN KONSELING   10
A  Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan
Konseling  …………………………………………….
10
B  Posisi Pengembangan Diri dalam
Bimbingan dan Konseling  …………………….
13
C   Tujuan Bimbingan dan Konseling  ………..  17
D  Fungsi Bimbingan dan Konseling ………….  21
E  Prinsip-Pprinsip Bimbingan dan
Konseling ……………………………………………..
23
F  Asas Bimbingan dan Konseling  ……………  25
G  Komponen Program Bimbingan dan
Konseling  …………………………………………….
29
1 Pelayanan Dasar  …………………………….  30
2 Pelayanan Responsif  ………………………  32
3 Pelayanan Perencanaan Individual  ….  34
4 Pelayanan Dukungan Sistem  …………..  36
H  Pemetaan Tugas Konselor Dalam Jalur
Pendidikan Formal  ……………………………….
38
I  Bimbingan dan Konseling bagi Anak
Berkebutuhan Khusus dan Berbakat  …….
41
BAB III MANAJEMEN BIMBINGAN DAN
KONSELING …………………………………………………………
44
A  Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan
Konseling  …………………………………………….
44
v  B  Perencanaan Program  ………………………….  45
C  Implementasi Program  …………………………  50
D  Evaluasi Program  ………………………………… 57
E  Analisis Hasil Evaluasi Program dan
Tindak Lanjut   ………………………………………
61
F.  Personel Bimbingan dan Konseling ………. 61
BAB IV SARANA DAN PEMBIAYAAAN  …………………  67
A  Ruang Bimbingan dan Konseling  …………. 67
B  Fasilitas Lain  ……………………………………….  70
C  Pembiayaan: Sumber dan Alokasi   ……….  73
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………  75
LAMPIRAN
1  Contoh Minimal Penataan Ruang
Bimbingan dan Konseling ……………………..
79
2.  Standar Kompetensi Kemandirian
Peserta didik …………………………………………
83
2  Standar Kompetensi Konselor ………………  97

vi
vii

 
Leave a comment

Posted by on July 26, 2012 in Tentang saya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: