RSS

PRINSIP-PRINSIP UMUM KOMUNIKASI

01 Apr

PRINSIP-PRINSIP UMUM KOMUNIKASI

Terdapat perbedaan yang dikemukakan oleh berbagai pakar atau ahli dalam meberikan sumbasi mengenai prinsip Komunikasi, Dengan bersumber dari berbagai pakar komunikasi Deddy Mulyana, MA, Ph.D. mencoba untuk merumuskan prinsip-prinsip komunikasi, di antara prinsip-prinsip yang beliau rumuskan adalah

  1. 1.      Komunikasi adalah suatu proses simbolik

Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan. Misalnya saja, manusia adalah satu-satunya makhluk yang menggunakan lambang. Menurut Susanne K. Langer: salah satu kebutuhan pokok komunikasi manusia adalah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambang.

Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku nonverbal, dan obyek yang maknanya disepakati bersama, misalnya mengibarkan bendera putih dalam situasi perang menandakan pihak tersebut menyerah. Lambang adalah salah satu kategori tanda. Lambang menjembatani hubungan antara manusia dengan objek (mulyana, 2005:84). Contoh : Memasang bendera di halaman rumah untuk menyatakan penghormatan atau kecintaan kepada negara

Indek adalah suatu tanda yang secara alamiah merepresntasikan objek lainnya. Istilah lain yang sering digunakan untuk indeks adalah sinyal (signal), yang dalam bahasa sehari-hari desebut juga gejala (symptom). Indek muncul berdasarkan hubungan antara sebab akibat yang punya kedekatan eksistensi. Contoh : Awan gelap, indeks hujan yang akan turun,Menguap, gejala ngantuk atau bosan, Berkeringat adalah gejala kepanasan, kecapean atau kegugupan.

 

 

 

Lambang mempunyai beberapa sifat seperti berikut ini :

  1. Lambang bersifat sembarang, manasuka atau sewenang-wenang

Apa saja bisa dijadikan lambang, bergantung pada kesepakatan bersama. Alam tidak memberikan penjelasan kepada kita mengapa manusiamenggunakan lambang-lambang tertentu untuk merujuk pada hal-hal tertentu baik yang konkret atau pun yang abstrak. Contoh : Berita TV, suara azan, tangisan bayi, kalung bertanda salib, pohon beringin untuk Partai Golkar,Makanan ( Mc D), dandanan dan penampilan fisik ( kulit putih), tempat tinggal ( Pondok Indah Jakarta ), interior rumah ( buku-buku yang dipajang ), pekerjaan ( sekretaris).

  1. Lambang pada dasarnya tidak mempunyai makna;

Kitalah yang memberikan makna pada lambang Makna sebenarnya ada dalam kepala kita, bukan terletak pada lamban itu sendiri. Persolan akan timbul bila para peserta komunikasi tidak member makna yang sama pada suatu kata. Dengan kata lain, tidak ada hubungan yang alami antara lambang dengan referent (objek yang ditujunya).

  1. Lambang itu bervariasi

Lambang itu bervariasi dari sudut budaya ke budaya lain, dari suatu tempat ke tempat lain, dan dari suatu konteks waktu ke konteks waktu yang lain. Lamang itu maknanya dapat berubah. Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi

  1. 2.      Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi

Setiap orang tidak bebas menilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus. Sehingga kita tidak bisa tidak berkomunikasi. Kita selalu berkomunikasi bahkan ketika kita berpikir bahwa kita tidak sedang berkomunikasi atau tidak ingin berkomunikasi. Bahkan diam-pun bisa berarti sesuatu, akan tetapi ini tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komunikasi.

Komunikasi baru tercipta ketika seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri. Misalnya saja seorang mahasiswa duduk paling belakang di kelas dengan wajah tanpa ekspresi dan tatapan kosong. Meskipun mahasiswa tersebut berkata bahwa ia sedang tidak berkomunikasi dengan dosen atau dengan mahasiswa lain tetapi dari perilaku mahasiswa tersebut jelas-jelas tersirat bahwa dia tidak tertarik dengan materi di kelas, karena itu ia melamun atau ingin kelas segera bubar. Mungkin implikasi terbesar dari prinsip bahwa komunikasi itu adalah hal yang tidak terelakkan adalah bahwa kita perlu untuk sebisa mungkin belajar mengontrol, menggunakan seefektif mungkin segala macam aspek perilaku kita karena segala sesuatu mengenai diri kita itu mengkomunikasikan baik disadari atau pun tidak.

Selain itu tidak hanya kata-kata yang kita ucapkan tetapi juga dari cara kita berpakaian, cara kita berjalan, cara kita mengeluh, cara kita berterima kasih, cara kita melakukan kontak mata atau menghindari kontak mata mengkomunikasikan semuanya. Jika kita berharap untuk sebisa mungkin memahami orang lain, kita perlu memperhatikan pesan dan makna yang tidak secara jelas dikirimkan oleh mereka seperti pesan yang terkirim dari baju, gerakan tubuh, kontak mata bahkan diam (Devito, 1989:24)

Contoh: Tersenyum,bahagia,cemberut,ngambek,diam,malu,ragu-ragu, malas, tidak peduli Diam atau bungkam itu menyampaikan pesan yang maknanya mungkin tidak sesuai dengan makna di kepala anda.

  1. 3.      Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan

Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut, kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat, antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.

Dimensi itu sendiri dibagi menjad dua, yaitu:

a. Dimensi isi (verbal), menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan.

b. Dimensi hubungan (nonverbal), menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan.

Oleh karena itu, isi yang sama bisa bermakna berbeda jika disampaikan dengan cara yang berbeda. Misalnya seorang dosen berkata pada mahasiswanya ”temui saya sesudah kelas bubar” dengan ”tolong nanti sehabis kuliah kita ketemu di ruang dosen”. Isinya sama tetapi dari cara penyampaiannya yang berbeda bisa menghasilkan makna berbeda. Yang pertama mungkin karena diucapkan dengan nada tinggi kita bisa menebak apa yang akan terjadi nanti, mungkin mahasiswa akan kena marah. Dalam komuniaksi massa, pemilihan jenis media adalah dimensi hubungan (the medium is the message).

Contoh:Aku benci kamu,Ih, jahat, kamu, Pergi ke Jakarta, Dik?”Sarkasme ,kata yang menyenangkan disertai kualitas suara yang tidak menyenangkan.Lelucon (joke),kata yang tidak menyenangkan dengan nada menyenangkan. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan, dimensi hubungan merujuk unsur-unsur lain termasuk jenis saluran, penulis, tata letak, jenis huruf, warna tulisan, Pesan yang sama dapat menimbulkan pengaruh berbeda bila disampaikan orang berbeda dan disajikan dengan media yang berbeda.\

  1. 4.      Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan

Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah, artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai)

Contoh : Bertolak pinggang saat presentasi, Mahasiswa berpakaian ketat- Postur tubuh tegap, cara berjalan mantap, berpakaian rapi,Setiap perilaku mungkin menyampaikan pesan, tapi tidak otomatis,Komunikasi telah terjadi bila penafsiran telah berlangsung, terlepas sengaja atau tidak, Banyak kesalahpahaman antarbudaya sebenarnya disebabkan oleh perilaku seseorang yang tidak disengaja yang persepsi oleh orang dari budaya lain.

 

 

  1. 5.      Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu.

Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung. Makna pesan juga bergantung pada konteks fisik/ruang, waktu, sosial, dan psikologis.Waktu juga mempengaruhi makna terhadap suatu pesan, misalnya orang menelpon dini hari dengan siang hari akan berbeda. Kehadiran orang lain, sebagai konteks sosial juga akan mempengaruhi orang-orang berkomunikasi, misalnya dua orang yang berkonflik akan canggung jika ada disituasi berdua tidak ada orang, namun dengan adanya orang ketiga, keeadaan akan bisa lebih mencair. Suasana psikologis peserta komunikasi tidak pelak mempengaruhi suasana komunikasi.

Contoh: Dering telepon pada tengah malam, Kunjungan pada malam minggu, keluarga ramah pada hari lebaran, seorang istri yang mengeluhkan harga naik pada suaminya yang sedang santai nonton TV.

  1. 6.      Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi

Tidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.

Contoh : Terima kasihMaaf, Hingga derajat tertentu ada keteraturan pada perilaku komunikasi manusia. Dengan kata lain, minimal secara parsial, perlaku dapat diramalkan

  1. 7.      Komunikasi itu bersifat sistemik

Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan di mana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi. Ada dua sistem dasar dalam transaksi komunikasi :

a. Sistem Internal adalah seluruh sistem nilai yang dibawa oleh seorang individu ketika ia memasuki suatu situasi komunikasi. Sistem Internal mengandung semua unsur yang membentuk individu yang unik (kepribadian, intelegensia, pengetahuan, agama, dll) yang pada dasarnya tersembunyi.

b. Sistem Eksternal terdiri dari unsur-unsur dalam lingkungan di luar individu, termasuk kata-kata yang ia pilih untuk berbicara, isyarat fisik peserta komunikasi, kegaduhan di sekiatarnya, penataan ruangan, cahaya dan temperatur ruangan.

Contoh :kata-kata yang kita pilih,isyarat fisik, kegaduhan di sekitar, penataan ruangan
cahaya – temperature ruangan,Komunikasi adalah produk dari perpaduan antara sistem internal dan sistem eksternal. Lingkungan dan objek mempengaruhi komunikasi kita, namun persepsi kita atas lingkungan kita juga mempengaruhi cara kita berperilaku.\

  1. 8.      Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi

Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan. Kenyataannya, tidak pernah ada individu yang sama persis. Bahkan anak yang kembar identik dan dibesarkan di tempat yang sama-pun tidak akan mempunyai state of mind yang sama persis. Namun kesamaan dalam hal-hal tertentu seperti umur, suku, bahasa, tingkat pendidikan akan mendorong suatu proses komunikasi berlangsung lebih efektif.

  1. 9.      Komunikasi bersifat nonsekuensial

Proses komunikasi bersifat sirkular, dalam arti tidak berlangsung satu arah. Akan tetapi melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti.

  1. 10.  Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional

Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.

  1. 11.  Komunikasi bersifat irreversible

Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut. Sifat irreversible ini adalah implikasi dari komunikasi sebagai suatu proses yang selalu berubah. Prinsip ini setidaknya menyadarkan kita bahwa kita harus berhati-hati dalam mengirimkan suatu pesan kepada orang lain karena efeknya tidak bisa ditiadakan sama sekali meskipunkita sudah berusaha meralatnya

  1. 12.  Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah

Banyak persoalan dan konflik antarmanusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi itu sendiri bukanlah obat mujarab (panasea) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu, karena persoalan atau konflik tersebut mungkin berkaitan dengan masalah struktural. Esensi dari konflik harus tetap dicari dan diselesaikan. Misalnya konflik antara GAM dan pemerintah tidak akan pernah selesai walaupun pemerintah sudah berusaha melakukan komunikasi seefektif mungkin apabila pemerintah tidak memenuhi janjinya untuk mensejahterakan rakyat di daerah tetapi terus menerus hanya mengeruk kekayaan daerah guna memperkaya pusat.

 

Rujukan

Mullaya Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Terdapat perbedaan yang dikemukakan oleh berbagai pakar atau ahli dalam meberikan sumbasi mengenai prinsip Komunikasi, Dengan bersumber dari berbagai pakar komunikasi Ir. H. Rochajat Harun,M.Ed,Ph.D mencoba untuk merumuskan prinsip-prinsip komunikasi, di antara prinsip-prinsip yang beliau rumuskan adalah

  1. 1.      Komunikasi adalah suatu proses

Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.

  1. 2.      Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan

Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara  sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.

  1. 3.      Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat

kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi  (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang samaterhadap topik pesan yang disampaikan.

  1. 4.      Komunikasi bersifat simbolis

Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.

  1. 5.      Komunikasi bersifat transaksional

Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.

  1. 6.      Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu

Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi.

Rujukan

H. Rochajat Harun. 2007. Komunikasi Organisasi. Surabaya: Mandar Maju

Terdapat perbedaan yang dikemukakan oleh berbagai pakar atau ahli dalam meberikan sumbasi mengenai prinsip Komunikasi, Dengan bersumber dari berbagai pakar komunikasi Dr.Arini Muhammad mencoba untuk merumuskan prinsip-prinsip komunikasi, di antara prinsip-prinsip yang beliau rumuskan adalah

  1. 1.      Komunikasi adalah suatu Proses

Komunikasi suatu proses karena merupakan suatu seri kegiatan yang terus-menerus yang tidak mempunyai permulaan atau akhir dan selalu berubah-ubah. Komunikasi menurut Seiler adalah( 1988) lebih merupakan cuaca yang terjadi dari bermacam-macam variabel yang kompleks dan terus berubah. Komunikasi juga melibatkan suatu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak pernah ada duplikat dalam cara persis sama yaitu: saling hubungan diantara orang,lingkungan,keterampilan,sikap,status,pengalaman semuanya menentukan komunikasi yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Jadi komunikasi disamping berubah-ubah juga dapat menimbulkan perubahan.

  1. 2.      Komunikasi adalah sistem

Komunikasi terdiri dari beberapa komponen dan masing-masing komponen tersebut mempunyai tugas. Tugas dari masing-masing komponen itu berhubungan satu sama lain untuk menghasilkan suatu komunikasi. Misalnya pengirim mempunyai peranan untuk menentukan apa informasi atau apa arti yang dikomunikasikan.setelah tahu apa arti atau informasi yang akan dikirimkan,informasi tersebut perlu diubah kedalam kode atau sandi-sandi tertentu sesuai dengan aturannya sehingga berupa suatu pesan. Jadi komponen pesan ada kaitannya dengan komponen pengirim. Begitulah antara satu komponen dengan komponen lain saling berkaitan dan bila terdapat gangguan pada satu komponen akan berpengaruh pada proses komunikasi secara keseluruhan.

  1. 3.      Komunikasi bersifat interaksi dan transaksi

Yang dimaksud dengan interaksi adalah saling bertukar komunikasi,misalnya seseorang berbicara kepada temannya mengenai sesuatu,kemudian temannya yang mendengar memberikan reaksi atau komentar terhadap apa yang sedang dibicarakan itu. Banyak dalam percakapan tatap muka kita terlibat dalam proses pengiriman pesan secara simultan  dan dalam keadaan tersebut bersifat transaksi. Sambil menyandinkan pesan kita juga menginterpretasikan pesan yang kita terima. Jadi komunikasi yang terjadi antara manusia dapat berupa interaksi dan transaksi.

  1. 4.      Komunikasi dapat terjadi disengaja maupun tidak disengaja

Komunikasi yang disengaja terjadi apabila pesan yang mempunyai maksud tertentu dikirimkan kepada penerima yang dimaksudkan. Misalnya seorang pimpinan bermaksud mengadakan rapat dengan kepala-kepala bagiannya. Apabila pimpinan tersebut mengirimkan pesan yang berisi undangan rapat kepala bagian-bagianya maka itu dinamakan komunikasi yang disengaja tetapi apabila pesan yang tidak disengaja dikirimkan atau tidak dimaksudkan untuk orang tertentu untuk menerimanya maka itu dinamakan komunikasi yang tidak disengaja. Dari contoh diatas jelaslah bahwa komunikasi itu dapat terjadi disengaja maupun tidak disengaja.

 

Rujukan

Muhammad,Arini. 2007. Komunikasi Organisasi.Surabaya:Mandar Maju

 

 Image

 
Leave a comment

Posted by on April 1, 2012 in Tentang saya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: