RSS

Konseling,Definisi Konseling,Konseling dan Psikoterapi dan Profesi yang Berkaitan

  1. 1.      Apa yang dimaksud dengan Konseling

Secara Etimologi Konseling berasal dari bahasa Latin “consilium “artinya “dengan” atau bersama” yang dirangkai dengan “menerima atau “memahami” . Sedangkan dalam Bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari “sellan” yang berarti”menyerahkan” atau “menyampaikan”

 

  1. 2.      Jelaskan Definisi Konseling
  2. A.     Menurut British Association of Counselling (1984) yang dikutip oleh Mappiare (2004)

Konseling merupakan suatu proses bekerja dengan orang banyak, dalam suatu hubungan yang bersifat pengembangan diri, dukungan terhadap krisis, psikoterapis, bimbingan atau pemecahan masalah.

  1. B.     Menurut Burk dan Stefflre (1979) yang dikutip Latipun (2001)

Konseling mengindikasikan hubungan profesional antara konselor terlatih dengan klien, hubungan yang terbentuk biasanya bersifat individu ke individu, kadang juga melibatkan lebih dari satu orang suatu misal keluarga klien. Konseling didesain untuk menolong klien dalam memahami dan menjelaskan pandangan mereka terhadap suatu masalah yang sedang mereka hadapi melalui pemecahan masalah dan pemahaman karakter dan perilaku klien.

  1. C.      Menurut Pietrofesa, Leonard dan Hoose (1978) yang dikutip oleh Mappiare (2004)

Konseling merupakan suatu proses dengan adanya seseorang yang dipersiapkan secara profesional untuk membantu orang lain dalam pemahaman diri pembuatan keputusan dan pemecahan masalah dari hati kehati antar manusia dan hasilnya tergantung pada kualitas hubungan.

  1. D.    Menurut Palmer dan McMahon (2000) yang dikutip oleh Mc leod (2004)

Konseling bukan hanya proses pembelajaran individu akan tetapi juga merupakan aktifitas sosial yang memiliki makna sosial. Orang sering kali menggunakan jasa konseling ketika berada di titik transisi, seperti dari anak menjadi orang dewasa, menikah ke perceraian, keinginan untuk berobat dan lain-lain. Konseling juga merupakan persetujuan kultural dalam artian cara untuk menumbuhkan kemampuan beradaptasi dengan institusi sosial.

  1. E.     Menurut  James F. Adam

Konseling adalah Suatu pertalian timbal balik antara 2 orang individu dimana yang seorang (counselor) membantu yang lain (conselee) supaya ia dapat memahami dirinya dalam hubungan denfgan masalah-masalah hidup yang dihadapinya waktu itu dan waktu yang akan datang.

  1. F.     Menurut Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101)

Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.

  1. G.    Jones (Insano, 2004 : 11)

Konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

  1. H.    Konseling menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105)

Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukanmelalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.

 

 

 

  1. I.       Winkel (2005:34)

Konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingandalam usaha membantukonseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagaipersoalan atau masalah khusus.

  1. J.      A. Rogers dalam Hendrarno ( 2003:24 )

Konseling merupakan rangkaian-rangkaian kontak atau hubungan secara langsung dengan individu yang tujuannya memberikan bantuan dalam merubah sikap dan tingkah lakunya.

  1. K.     Gibson ( 1985 )

Konseling adalah hubungan bantuan antara konselor dan klien yang difokuskan pada pertumbuhan pribadi dan penyesuaian diri serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

  1. L.     Menurut Edwin C. Lewis ( 1970 ) dalam Abimanyu dan Manrihu ( 1996:9 )

Konseling adalah suatu proses dimana orang yang bermasalah ( klien ) dibantu secara pribadi untuk merasa dan berperilaku yang lebih memuaskan melalui interaksi dengan seseorang yang tidak terlibat ( konselor ) yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi yang merangsang klien untuk mengembangkan perilaku-perilaku yangmemungkinkannya berhubungan secara lebih efektif dengan dirinya dan lingkungannya.

  1. M.   Menurut Pepinsky & Pepinsky,dalam Shertzer & Stone,1974)

1. Konseling adalah suatu proses interaksi antara dua orang individu,masing-masing disebut konselor dan klien.

2. Dilakukan dalam suasana yang profesionalBertujuan dan berfungsi sebagai alat (wadah) untuk memudahkan perubahan tingkah laku klien.

N. Smith,dalam Shertzer & Stone(1974)

1. Konseling merupakan suatu proses pemberian bantuan

2. Bantuan diberikan dengan meng interpreswtasikan fakta-fakta atau data,baik mengenai individu yang dibimbing sendiri maupun lingkungannya,khususnya menyangkut pilihan-pilihan,dan rencana-rencana yang dibuat.

O. Division of Conseling Psychologi

Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangn dirinya,dan untuk mencapai perkembangan yang optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya ,proses tersebuat dapat terjadi setiap waktu

P. Menurut Mc. Daniel,  (1956) 

Konseling adalah Suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kapadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinyasendiri dan lingkungan.

Berdasarkan Rumusan diatas maka yang dimaksud dengan Konseling adalah:

  1. Proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara Konseling oleh seorang ahli (disebut Konselor) kepada individu yang sedang mengalami masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dialami oleh klien.
  2. Konseling adalah usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Dengan kata lain, teratasinya masalah yang dihadapi oleh konseli/klien.
  3. Konseling merupakan suatu proses bantuan secara profesional antara konselor dan klien yang bertujuan membantu individu ( klien ) dalam memecahkan masalahnya agar individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sesuai potensi atau kemampuan yang ada pada dirinya.

 

  1. 3.      Jelaskan Hubungan Konseling dan Psikoterapi

Konseling dan Psikoterapi merupakan suatu usaha profesional untuk membantu/memberikan layanan pada individu-individu mengenai permasalahan yang bersifat psikologis. Dengan kata lain Konseling dan Psikoterapi bertujuan memberikan bantuan kepada klien untuk suatu perubahan tingkah (behauvioral change), kesehatan mental positif (positive mental health), pemecahan masalah (problen solution), keefektifan pribadi (personal effectiveness), dan pembuatan keputusan (decision making). Dengan demikian seorang konselor perlu didukung oleh pribadi dan keterampilan yang dapat menunjang keefektifan konseling.

Persamaan :

  • Dasar : teori, metode & data ilmiah yang telah dikaji secara empirik (observasi, wawancara, test, teori2)
  • Teknik-teknik  ilmiah : pembicaraan, latihan2
  • Aturan : biaya, waktu, tempat, alat-alat

 

  1. 4.      Konseling & Profesi yang berkaitan dengannya
  • Konselor

Seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling. Berlatar belakang pendidikan minimal sarjana strata 1 (S1) dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB), Bimbingan Konseling (BK), atau Bimbingan Penyuluhan (BP). Mempunyai organisasi profesi bernama Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN). Melalui proses sertifikasi, asosiasi ini memberikan lisensi bagi para konselor tertentu sebagai tanda bahwa yang bersangkutan berwenang menyelenggarakan konseling dan pelatihan bagi masyarakat umum secara resmi.

Konselor bergerak terutama dalam konseling di bidang pendidikan, tapi juga merambah pada bidang industri dan organisasi, penanganan korban bencana, dan konseling secara umum di masyarakat. Khusus bagi konselor pendidikan yang bertugas dan bertanggungjawab memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik di satuan pendidikan (sering disebut Guru BP/BK atau Guru Pembimbing), ia tidak diwajibkan mempunyai sertifikat terlebih dulu.

  • Konsultan

Seorang tenaga profesional yang menyediakan jasa nasihat ahli dalam bidang keahliannya, misalnya akuntansi, lingkungan, biologi, hukum, dan lain-lain. Perbedaan antara seorang konsultan dengan ahli ‘biasa’ adalah sang konsultan bukan merupakan karyawan di perusahaan sang klien, melainkan seseorang yang menjalankan usahanya sendiri atau bekerja di sebuah firma konsultasi, serta berurusan dengan berbagai klien dalam satu waktu.

  • Psikiater

Profesi dokter spesialistik yang bertugas menangani masalah-masalah gangguan jiwa. Berbeda dengan psikolog, seorang psikiater harus lebih dulu menamatkan pendidikan dokter umum. Gelar akademik seorang psikiater di Indonesia adalah Sp.KJ (Spesialis Kedokteran Jiwa).

  • Psikolog

Seorang sarjana psikologi yang telah menempuh studi program akademik (sarjana) dan melanjutkan pada program profesi psikolog. Lantas apa yang menjadi perhatian atau fokus utama dari seorang psikolog? Psikologi sendiri merupakan suatu ilmu mengenai perilaku manusia. Dengan demikian, keahlian seorang psikolog adalah menganalisa perilaku dalam upaya untuk memahami karakter individu maupun kelompok. Lebih sederhananya, bila seorang dokter dekat dengan masalah kesehatan fisik, maka segala hal yang terkait dengan perilaku manusia merupakan hal yang dipelajari oleh seorang psikolog.

  1. 5.      Keberagaman teori & praktik dalam konseling
  2. A.    Psikoanalis

Salah satu aliran psikoanalitik Sigmund Freud. Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia, dan metode psikoterapi.

  • Struktur Kepribadian
  • Id adalah system kepribadian yang orisinil, merupakan tempat bersemayam naluri-naluri.
  • Ego memiliki kontak dengan dunia eksternal dari kenyataan.ego adalah eksekutif dari kepribadian yang memerintah,mengendalikan ,dan mengatur.
  • Superego adalah cabang moral atau hukum dari kepribadian.
  • Pandangan Tentang Sifat Manusia

Pandangan Freudian tentang sifat manusia pada dasarnya pesimistik, deterministic,mekanistik, dan reduksionistik. Menurut Freud, manusia dideterminasi oleh kekuatan-kekuatan irasional, motivasi-motivasi tidak sadar,kebutuhan-kebutuhan dan dorongan biologis dan naluriah, dan oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi selama lima tahun pertama kehidupan.

 

  • Kesadaran dan Ketidaksadaran

Mimpi-mimpi, yang merupakan representasi-representasi simbolik dari kebutuhan-kebutuhan, hasrat-hasrat ,dan konflik-konflik tak sadar.

  • Salah ucap atau lupa, misalnya terhadap nama yang dikenal.
  • Sugesti-sugesti pascahipnotik.
  • Bahan-bahan yang berasal dari teknik-teknik asosiasi bebas.
  • Bahan-bahan yang berasal dari teknik-teknik proyektif.
  • Kecemasan
  • Kecemasan realistis, adalah ketakutan terhadap bahaya dari dunia eksternal, dan taraf kecemasannya sesuai dengan derajat ancaman yang ada.
  • Kecemasan neurotic adalah ketakutan terhadap tidak terkendalinyanaluri-naluri yang menyebabkan seseorang melakukan suatu tindakan yang bias mendatangkan hukuman baginya.
  • Kecemasan moral, adalah ketakutan terhadap hati nurani sendiri.
    • Mekanisme-mekanisme Pertahanan Ego
    • Penyangkalan adalah pertahan melawan kecemasan dengan “menutup mata” terhadap keberadaan kenyataan yang mengancam.
    • Proyeksi adalah mengalamtkan sifat-sifat tertentu yang tidak bias diterima oleh ego kepada orang lain.
    • Fiksasi adalah menjadi “terpaku” pada tahap-tahap perkembangan yang lebih awal karena mengambil langkah-langkah ketahap selanjutnya bias menimbulkan kecemasan.
    • Regresi adalah melangkah mundur ke fase perkembangan yang lebih awal yang tuntutannya tidak terlalu besar.
    • Rasionalisasi adalah menciptakan alas an-alasan yang “baik” guna menghindari ego dari cedera , memalsukan diri sehingga kenyataan yang mengecewakan menjadi tidak begitu menyakitkan.
    • Sublimasi adalah menggunakan jalan kelur yang lebih tinggi atau yang secara social lebih dapat diterima bagi dorongan-dorongannya.
    • Displacement adalah mengarahkan energi kepada objek atau orang lain apabila objek asal atau orang yang sesungguhnya.
    • Represi adalah melupakan isi kesadaran yang traumatis atau bias membangkitkan kecemasan, dorongan kenyataan yang bias diterima ketaksadaran .
    • Formasi reaksi adalah melakukan tindakan yang berlawanan dengan hasrat-hasrat tak sadar , jika perasaan yang lebih dalam menimbulkan ancaman, maka seseorang akan menampilkan tingkah laku yang berlawanan guna menyangkal perasaan yang bias menimbulkan ancaman itu.
  • Perkembangan Kepribadian

Pentingnya perkembangan awal Pemahaman pandangan psikoanalitik tentang perkembangan adalah hal yang esensial jika seorang konselor menangani seorana klien:

  • Ketidakmampuan menaruh kepercayaan pada diri sendiri dan pada orang lain, keyakutan untuk mencintai dan untuk membentuk hubungan yang intim dan rendahnya rasa harga diri
  • Ketidakmampuan mengakui dan mengungkapkan perasaan benci dan marah, penyangkalan terhadap kekuatan sendiri sebagai pribadi dan kekurangan perasaan otonom
  • Ketidakmampuan menerima sepenuhnya seksualitas dan perasaan seksual diri sendiri, kesulitan untuk menerima diri sendiri sebagai pria dan wanita ,dan kekuatan terhadap seksualitas
  • Tahun pertama kehidupan: fase oral Tugas utama adalah memperoleh rasa percaya kepada orang lain, kepada dunia, dan kepada diri sendiri.
  • Usia satu tahun sampai tiga tahun: fase anal Tugas yang harus diselesaikan selama fase ini adalah belajar mandiri, memiliki kekuatan pribadi dan otonomi, serta belajar bagaimana mengakui dan menangani perasaan-perasaan negative.
  •  Usia tiga sampai lima tahun: fase falik ,Fase falik adalah periode perkembangan hati nurani, suatu masa ketika anak-anak belajar mengenal standar-standar moral.

 

 

 

 

  1. B.     Alfred Adler
  • Pandangan Tentang Manusia

Manusia dimotivasi terutama dorongan-dorongan social. Pria dan wanita adalah makhluk social dan masing –masing orang dalam berelasi dengan orang lain mengembangkan gaya hidup yang unik

  • Inferioritas Dasar dan Kompensasi

Manusia didorong oleh kebutuhan untuk mengatasi inferioritasnya yang inheren serta untuk mencapai superioritas. Tujuan hidup adalah yang inheren serta untuk mencapai superioritas. Adler menekankan bahwa setiap orang memiliki perasaan rendah diri.

  • Usaha Untuk Mencapai Superioritas

Orang mencoba mengatasi inferioritas dasarnya dengan mencari kekuasaan, Dengan mencoba untuk mencapai superioritas, ia ingin mengubah kelemahan dengan kekuatan pada suatu bidang sebagai kompensasi bagi kekuranag di bidan-bidang lain.

  • Gaya Hidup

Konsep gaya hidup menerangkan keunikan setiap individu. Setiap individu memiliki gaya hidupnya sendiri dan tidak ada dua orang yang memiliki gaya hidup yang persis sama.\

  • Pengalaman-pengalaman Masa Kanak-kanak

Adler memekankan jenis-jenis pengaruh awal yang menyebabkan anak mengembangkan gaya hidup yang keliru. Susunan dalam keluarga bias memperkuat perasaan rendah diri si anak.

 

  1. C.  Person, Centered Theory (Carl Rogers)

Pendekatan client-centered adalah cabang khusus dari humanistic yang menggarisbawahi tindakan mengalami klien berikut dunia subjektif dan fenomemalnya. Terapis berfungsi terutama sebagai penunjang pertumbuhan pribadi kliennya dengan jalan membantu kliennya itu dalam meemukan kesanggupan untuk memecahkan masalah.

  • Pandangan Tentang Sifat Manusia

Pandangan ini menolak adanya kecendrungan-kecendrungan negative dasar. Pandan manusia yang positif , individu memiliki kesanggupan yang inheren untuk menjauhi maladjustment menuju keadaan psikologis yang sehat, terapis meletakkan tanggung jawab utamanya bagi proses terapi pada klien.

  • Ciri-ciri Pendekatan Client-Centered

Pendekatan ini difokuskan pada tanggung jawab dan kesanggupan klien untuk menemukan cara-cara menghadi kenyataan secara lebih penuh. Terapi client-centered bukanlah sekumpulan teknik, juga bukan suatu dogma.

 

  • Tujuan-tujuan Terapeutik

Yaitu menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha membantu klien untuk menjadi seorang pribadi yang berfungsi penuh. Guna mencapai tujuan terapeutik tersebut, terapis perlu mengusahakan agar klien bias memahami hal-hal yang ada dibalik topeng yang dikenakannya

  • Fungsi dan Peranan Terapis

Yaitu membangun hubungan yang membantu dimana klien akan mengalami kebebasan yang diperlukan untuk mengeksplorasi area-area hidupnya yang sekarang diingkari. Klien menjadi kurang defensive dan menjadi lebih terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam dirinya maupun dalam dunia.

  • Hubungan Antara Terapis dan  Klien
    • Dua orang berada dalam hubungan psikologis.
    • Orang pertama, yang akan kita sebut klien, ada dalam keadaan tidak selaras, peka, dan cemas.
    • Orang yang kedua, yang akan disebut terapis, ada dalam keadaan selaras atau terintegrasi dalam berhubungan
    • Terapis merasakan perhatian positif tak bersyarat terhadap klien
    • Terapis merasakan pengertian yang emptik terhadap kerangka acuan internal dan berusaha mengomunikasikan perasaannya ini kepada klien.
    • Komunikasi pengertian empatik dan rasa hormat yang positif tak bersyarat dari terapis kepada klien setidak-tidaknya dapat dicapai.

 

  • Periode-periode Perkembangan Terapi Client-Centered
    • (1940-1950) Psikoterapi Nondirektif Menekankan penciptaan iklim permisif dan noninterventif. Melalui terapi nondirektif, klien akan mencapai pemahaman atas dirinya sendiri dan atas situsi kehidupannya.
    • (1950-1957) Psikoterapi Reflektif Terapis terutama merefleksikan perasaan klien dan menghindari ancaman dalam hubunagn dengan kliennya,Melalui terapi ini, klien mampu mengembangkan keselarasan antara konsep diri dan konsep diri idealnya.
    • (1957-1970) Terapi Eksperiensial Terapi difokuskan pada apa yang sedang dialami oleh klien dan pada pengungkapkan apa yang sedang dialami oleh terapis.
  • Penerapan di Sekolah: Proses Belajar-Mengajar
    • Temukan apa yang diinginkan oleh guru dan berusaha untuk menyenangkan guru.
    • Jangan meragukan wewenang guru
    • Belajar adalah hasil dari motivasi eksternal.
    • Para siswa selalu mencari satu-satunya jawaban yang benar.
    • Para siswa harus pasif.
    • Belajar adalah suatu produk alih-alih suatu proses
    • Kegiatan belajar di sekolah terpisah dari kehidupan.
    • Diri diabaikan dalam pendidikan.
    • Para siswa adalah objek, bukan pribadi
    • Perasaan yang tidak penting dalam pendidikan
    • Para guru sepatutnya menjaga jarak terhadap para siswa
    • Sekolah mengajar kami untuk tidak jujur.
    • Para siswa tidak pantas dipercaya.

 

 

 

  1. D.    Gestalt Theory

Terapi Gestalt adalah suatu terapi eksistensial yang menekankan kesadaran disini-dan-sekarang. Fokus utamanya adalah pada apa dan bagaimana tingkah laku dan peranan urusan yang tak diselesaikan dari masa lampau yang menghambat kemampuan individu untuk bias berfungsi secara efektif.

  • Pandangan Tentang Manusia

Bahwa individu memiliki kesanggupan memikul tanggung jawab pribadi dan hidup sepenuhnya sebagai pribadi yang terpadu.

  • Tujuan-tujuan Terapi

Yaitu bukan penyesuaian terhadap masyarakat, membantu klien agar menemukan pusat dirinya. Sasaran utama terpi Gestalt adalah pencapaian kesadaran.

  • Fungsi dan Peran Terapis

Sasaran terapis adalah kematangan klien dan pembokaran “hambatan-hambatan yang mengurangi kemampuan klien berdiri di atas kaki sendiri”. Tugas terapis adalah membantu klien dalam melaksanakan peralihan dari dukungan eksternal kepada dukungan internal dengan menentukan letak jalan buntu. Satu fungsi yang penting adalah memberi perhatian kepada bahasa tubuh kliennya.

  • Hubungan Antara Terapis dan Klien

Terapis memberikan umpan balik, terutama yang berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh klien melalui tubuhnya.

  • Teknik Terapi Gestalt
    • Permainan-permainan dialog,Membuat lingkaran,Urusan yang tak selesai, “Saya memikul tanggung jawab”,“Saya memiliki suatu rahasia, Bermain proyeksi, Pembalikan, Irama kontak dan penari “Ulangan”, “Melebih-lebihkan”,“Bolehkah saya memberimu sebuah kalimat?”,Permainan-permainan konseling perkawinan.“Bisakah Anda tetap dengan perasaan ini?”

 

 

 

 

 

  1. E.     Transectional Analysis (Eric Berne)
  • Pandangan Tentang Manusia

Pandangan tentang manusia memiliki implikasi-implikasi nyata bagi praktek terapi AT

  • Tujuan-tujuan Terapi

Yaitu membantu klien dalam membut keputusan baru yang menyangkut tingkah lakunya sekarang dan arah hidupnya. Berne (1964) menyatakan bahwa tujuan AT adalah pencapaian otonomi yang diwujudkan oleh penemuan kembali tiga karakteristik, yaitu kesadaran, spontanitas, dan keakraban.

  • Fungsi dan Peran Terapis

Fungsinya, terapis membantu klien dalam menemukan kondisi masa lampau yang merugikan yang menyebabkan klien membuat putusan tertentu, dan membantu klien memperoleh kesadaran yang lebih realitas dan mencari alternative guna menjalani kehidupan yang lebih otonom. Tugasnya aadalah membantu agar klien memperoleh perangkat yang diperlukan bagi perubahannya.

  1. F.     Rational Emotif Theory (Albert Ellis)
  • Pandangan Tentang Manusia

Manusia memiliki kecendrungan untuk memiliki kecendrungan umtuk memelihara diri, bahagia, berfikir, dan mengatakan, mencintai, bergabung dengan orang lain, serta tumbuh dsan mengaktualkan diri.

  • Tujuan Terapeutik

Yaitu meminimalisasikan pandangan yang mengalahkan didi dari klien dan membantu klien untuk memperoleh filsafat hidup yang lebih realistic.

  • Fungsi dan Peranan Terapis

Fungsinya adalah membantu klien untuk membebaskan diri dari gagasan yang tidak logis dan untuk belajar gagasan-gagasan yang logis sebagai penggantinya.

Perananya : Menunjukkan pada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinan irasionalnya, bagaimana mengembankan nilai-nilai dan sikapnya, dan menunjukkan secara cognitive bahwa klien telah banyak memasukkan banyak “keharusan” , “sebaliknya”, dan “semestinya”

  • Membawa klien ke seberang tahap kesadaran dengan menunjukkan bahwa ia sekarang mempertahankan emosinya secara logis dan dengan mengulang-ulang kalimat yamg mengalahkan diri dan dan mengenalkan pengaruh masa kanak-kanak.
  • Menantang klien untuk mengembangkan filsafat-filsafat hidup yang rasional sehingga dia bias menghindari kemungkinan menjadi korban keyakinan-keyakinan yang irasional.
  • Hubungan Klien Dengan Terapi

Yaitu kehangatan pribadi, afeksi, dan hubungan pribadi antara terapis dank lien yang intens memiliki arti yang sekunder

  • Teknik-teknik dan Prosedurnya

Teknik TRE yang esensial adalah mengajar secara efektif.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Corey, G.2005. Teori dan Praktek Konseking Dan Psikoterp. Jakarta:Refika Aditama

Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.2011.Konselor,Psikater,Psikolog,Konsultan www.google.com diakses 07 Maret 2010

McLeod, J. 2004. An Introduction to Counseling. Maidenhead: Open University Press.
http://warnadunia.com/pengertian-konseling/

Djumhar dan Moh. Surya. 1975. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Guidance & Counseling). Bandung : CV Ilmu.
Shertzer, B. & Stone, S.C. 1976. Fundamental of Gudance. Boston : HMC
Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling. Cetakan ke dua.
Winkel, W.S,.2005. Bimbingan dan Konseling di Intitusi Pendidikan, Edisi Revisi. Jakart a: Gramedia

Konselingi ndonesia “konseling-dan- psikoterapi”

Chaplin, J. P.. 2006. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Wiramihardja, Sutardjo A.. 2009. Pengantar Psikologi Klinis (Edisi Revisi). Bandung:  PT Refika Aditama

Wild76’s. 11 Agustus 2008. Sekilas Tentang Psikoterapi, (http://wild76.wordpress.com/2008/08/11sekilas-tentang-psikoterapi/,diunduh 30 September 2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,845 other followers

%d bloggers like this: